• Rabu, 5 Oktober 2022

Waspadai Peredaran Daging Celeng Oplosan dari Sumatera Saat Ramadhan

- Selasa, 22 Maret 2022 | 16:27 WIB
LPPOM MUI mengimbau peredaran daging celeng yang dioplos dengan daging lain saat bulan Ramadhan yang biasanya meningkat. (Tohir/Bantenraya.com)
LPPOM MUI mengimbau peredaran daging celeng yang dioplos dengan daging lain saat bulan Ramadhan yang biasanya meningkat. (Tohir/Bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM - Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar LPPOM-MUI Provinsi Banten mewaspadai potensi peredaran daging celeng oplosan saat bulan Ramadhan.

Pasalnya, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, peredaran daging celeng oplosan marak saat Ramadhan.

Imbauan untuk mewaspadai daging celeng oplosan itu disampaikan Direktur Utama LPPOM MUI Pusat Muti Arintawati saat Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika LPPOM-MUI Provinsi Banten masa khidmat 2022-2027 di Aula MUI Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten, Selasa, 22 Maret 2022.

Baca Juga: Mini Bus Rusak Dilempar Batu Saat Melintasi Jalan Tol Serang-Panimbang

Muti mengatakan, menjelang bulan Ramadhan yang harus diwaspadai biasanya adalah oplosan daging celeng yang dicampur dengan daging lain.

Adanya laku curang ini terjadi karena ada suplly daging celeng yang berasal dari Sumatera ke Jawa. “Sedih sekali karena praktik ini masih berlangsung,” ujar Muti.

Muti menyatakan, bisnis daging celeng merupakan bisnis dengan keuntungan yang besar. Pada praktiknya, pelaku biasanya masuk melalui jalur tidak resmi seperti ke pasar tradisional atau bahkan langsung menawarkannya ke pedagang.

Baca Juga: Mini Bus Rusak Dilempar Batu Saat Melintasi Jalan Tol Serang-Panimbang

“Barang kali masuk ke pedagang kaki lima, tukang bakso, soto. Dengan harga miring orang akan tergiur,” ujarnya. Muti mengatakan, Banten menjadi pintu masuk daging celeng dari Sumatera ke Jakarta.

Karena itu, peran LPPOM-MUI Provinsi Banten sangat strategis dalam mencegah masuknya daging celeng ke pulau Jawa.

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkot Serang Minta ASPEDI Serap Tenaga Kerja

Kamis, 15 September 2022 | 08:05 WIB

KUA PPAS Kota Serang Tahun 2023 Bertambah 2 Miliar

Jumat, 12 Agustus 2022 | 07:52 WIB
X