• Rabu, 5 Oktober 2022

Warga Kadutanggay Pandeglang Sulap Limbah Hebel Jadi Peluang Bisnis. Begini Caranya

- Senin, 21 Maret 2022 | 14:03 WIB
Warga Kampung Kadutanggay, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang menyulap limbah material hebel menjadi peluang bisnis, Senin 21 Maret 2022. (Yanadi/Bantenraya.com)
Warga Kampung Kadutanggay, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang menyulap limbah material hebel menjadi peluang bisnis, Senin 21 Maret 2022. (Yanadi/Bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM - Seorang ibu rumah tangga warga Kampung Kadutanggay, RT 001/ RW 04, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang menyulap limbah material hebel menjadi peluang bisnis.

Limbah hebel yang dijadikan menjadi salah satu peluang usaha digeluti Tuti Ratulanes (53). Tuti mampu menyulap hebel menjadi kerajinan pot sebagai media tanam pohon bonsai.

Kerajinan pot berbahan hebel tersebut kini banyak digunakan untuk tanaman bonsai. Bagi masyarakat yang hobi dengan tanaman bonsai bisa mendatangi kediaman Tuti di Kampung Kadutanggay.

Baca Juga: Hadirilah, Tarhib Ramadhan dan Rukiah Massal di Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang

"Awalnya memang memiliki kegemaran mengkoleksi tanaman hias dan bonsai. Sehingga ide kreativitas muncul. Saya tertarik menggeluti bisnis usaha kerajinan dengan memanfaatkan limbah hebel untuk di jadikan pot media tanam," kata Tuti, kepada Bantenraya.com, Senin 21 Maret 2022.

Tuti Ratulanes mengatakan, dirinya bersama suami mencoba merintis usaha kerajinan kreatif berbahan hebel tersebut selama masa pandemi. Sebab, selama masa covid-19 usahanya mengalami penurunan.

"Awalnya saya berbisnis landscap taman, tapi selama pandemi hampir tidak ada kegiatan. Awal pandemi tahun 2020 lalu tidak ada job lumpuh total. Tentu mau tidak mau harus banting setir agar usaha tetap berjalan dengan membuat pot dari hebel," ujarnya.

Baca Juga: Kenakan Batik Tawadhu Khas Pandeglang, Indah Pratiwi Juara 1 Duta Muslimah Preneur 2022 Banten

Menurutnya, kerajinan pot berbahan limbah hebel tersebut dipasarkan melalui media sosial. Sebab, produksi kerajinan tersebut tidak saja dijadikan sebagai hiasan taman, akan tetapi digunakan untuk ruangan.

"Harga kerajinan pot yang saya buat harganya sangat murah dari Rp25.000 per buah hingga Rp100.000 ribu per buah tergantung ukuran, dan pesanan yang diinginkan pembeli," terangnya. ***

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Pandeglang Jamin Harga Gas Melon Normal

Kamis, 10 Maret 2022 | 14:37 WIB

MPP Pandeglang Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Selasa, 8 Maret 2022 | 18:17 WIB
X