• Rabu, 5 Oktober 2022

Kerugian Padi Rusak Akibat Banjir di Kabupaten Serang Diperkirakan Mencapai Rp1,1 Miliar

- Jumat, 4 Maret 2022 | 11:48 WIB
Sawah di Kabupaten Serang terendam banjir (Rahmatullah/Banten Raya.Com)
Sawah di Kabupaten Serang terendam banjir (Rahmatullah/Banten Raya.Com)

BANTENRAYA.COM - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang telah mendata jumlah tanaman padi yang rusak dan berpotensi gagal panen akibat terdampak banjir.

Dari data yang diperoleh Distan, terdapat 386 hektare tanaman padi yang rusak akibat terdampak banjir yang tersebar di tujuh kecamatan dengan umur tanam antara tujuh sampai 95 hari.

Adapun total kerugian kerusakan tanam padi tersebut mencapai diperkirakan mencapai Rp1,1 miliar jika yang mengalami gagal panen minimal mencapai 50 persen.

Adapun rincian luasan tanaman padi yang terdampak banjir di Desa Pamengkang, Kecamatan Kramatwatu seluas 35 hektare.

Kemudian di Desa Kalumpang, Citasuk, Batukuwung, dan Barugbug, Kecamatan Padarincang seluas 135 hektare. Di Desa Cikedung, Kecamatan Mancak seluas 186 hektare.

Baca Juga: PT PGP Salurkan 250 Paket Sembako Untuk Korban Banjir

Selanjutnya, di Desa Pamarayan, Kecamatan Pamarayan seluas 8 hektare, di Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal seluas 19 hektare, di Desa Ciherang, Kecamatan Gunungsari seluas 5 hektare.

Sedangkan di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Pabuaran seluas 1,5 hektar. "Itu pendataan sampai 3 Maret. Jadi total 386 hektare," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana, Jumat 5 Maret 2022.

Adapun jenis padi yang terdampak banjir tersebut yakni varietas Mekongga, Inpari, dan Ciherang. "Potensi puso masih diamati terendam diatas 5 hari punya peluang puso," paparnya.

Halaman:

Editor: Wisnu A Mahendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lapis Legit Fave Kitchen Tembus Amerika dan Tanah Suci

Kamis, 8 September 2022 | 09:38 WIB
X