• Kamis, 30 Juni 2022

Dinas PUTR Butuh Kendaraan Amfibi untuk Normalisasi Kali di Lingkungan Padat

- Kamis, 3 Maret 2022 | 21:24 WIB
Petugas dari DPUTR melakukan normalisasi saluran Kali Sipon, di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang. (Uri Mashuri/Bantenraya)
Petugas dari DPUTR melakukan normalisasi saluran Kali Sipon, di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang. (Uri Mashuri/Bantenraya)

BANTENRAYA.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon butuh kendaraan alat berat amfibi saat normalisasi kali.

Pasalnya, beberapa titik kali ada di pemukiman dan menyulitkan jika alat berat biasa diturunkan karena tidak adanya akses jalan kendaraan.

Saat ini, pascabanjir di Kota Cilegon Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang sudah melakukan normalisasi 4 titik kali yang dinilai menjadi titik malalah banjir, baik karena pendangkalan dan sampah.

Baca Juga: PT Krakatau Bandar Samudera Gandeng Anak Perusahaan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Kepala Bidang Pengairan DPUTR Kota Cilegon Ana Maulana menyampaikan, normalisasi sendiri dilakukan dengan tenaga manusia dan sejumlah alat.

Kedepan untuk bisa lebih maksimal, pihaknya sudah mengajukan untuk adanya kendaraan amfibi yang bisa menyusuri sungai, serta adanya pompa air, sehingga jika ada banjir bisa digunakan untuk mempercepat aliran air surut di pemukiman warga.

“Kami sudah sampaikan kepada Pak Helldy Agustian, jadi akan ada kendaraan alat berat amfibi yang bisa turun dan menyusuri sungai atau kali, jadi hasilnya bisa maksimal normalisasi. Sebab, sekarang ini ada beberapa lokasi yang tidak bisa turun alat berat karena tidak ada akses kendaraan,” paparnya, Kamis 3 Maret 2022.

Baca Juga: Setelah Bebas Dari Rutan Pondok Bambu Angelina Sondakh Tetap Dalam Pemantauan Selama 3 Bulan kedepan

Ana menyampaikan, pascabanjir tersebut menjadi kewenangan dan tugas DPUTR Kota Cilegon melakukan normalisasi. Untuk sekarang ada 4 titik kali yang dilakukan normalisasi, yakni Kali Sipon, Kali Sambirata, Kali Kranggot dan Kali Tumpang.

“Tugas DPUTR melakukan normalisasi pra dan pasca. Sebab, tidak bisa jika dilakukan saat banjir terjadi itu terlalu beresiko dan timbul korban jiwa. Jadi ini sekarang ada 4 kali yang dinormalisasi,” papar, Kamis (3/3).

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Alumni SMPN 3 Cilegon Gelar Reuni Akbar

Senin, 14 Maret 2022 | 14:00 WIB
X