• Senin, 3 Oktober 2022

Pabrik Tahu di Rangkasbitung dan Cibadak Beroperasi Lagi

- Kamis, 24 Februari 2022 | 19:06 WIB
Pengrajin tahu di Lebak tidak produksi karena kedelai mahal, Senin 21 Februari 2022 (Hudaya/Bantenraya)
Pengrajin tahu di Lebak tidak produksi karena kedelai mahal, Senin 21 Februari 2022 (Hudaya/Bantenraya)
BANTENRAYA.COM -  Setelah tiga hari mogok produksi, Kamis, 24 Februari 2022, pabrik tahu di Kecamatan Rangkasbitung dan Cibadak, Kabupaten Lebak, beroperasi lagi memproduksi tahu.
 
Berdasarkan pantauan Banten Raya di beberapa pabrik tahu yang berlokasi di Kampung Salahaur, Kelurahan Cijoro Lebak,produksi tahu menggunakan  bahan baku kacang kedelai yangterbatas.
 
Hal itu terpaksa dilakukan para pemilik pabrik tahu, mengingat harga kacang kedelai yang kini masih mahal Rp 11 ribu perliter dan masih memberatkan.
 
Toto, pemilik pabrik tahu di Salahaur kepada Banten Raya mengatakan, karena harga kacang kedelainya masih tinggi, maka produksi tahu masih dibatasi.
 
Terkecuali, harga kacang kedelainya bisa mencapai sembilan ribu perkilogram, maka dirinya memastikan produksi tahu di pabriknya akan ditambah.
 
"Untuk produksi tahu hari ini, kami hanya menggunakan sedikit kacang kedelai . Tetapi kalau harganya turun hingga delapan atau sembilan ribu perkilogram, tentu penggunaan kacang kedelai untuk produksi tahu akan saya tambah,"kata Toto.
 
Agus, pemilik pabrik tahu yang masih berlokasi di Salahur mengatakan, meski sulit untuk mendapatkan keuntungan yang diakibatkan tingginya harga kacang kedelai, namun dirinya memproduksi tahu kembali.
 
"Meski hanya cukup untuk menutupi biaya produksi, serta cukup untuk membayar karyawan, maka mau tidak mau, pabrik tahu saya ini harus memproduksi tahu lagi. Sebab ketika harga kacang kedelai melambung, berat bagi saya untuk bisa mendapatkan keuntungan,"ungkap Agus.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, Orok Sukmana, membenarkan bila seluruh pabrik tahu di Rangkasbitung dan Cibadak, kini serempak produksi kembali. Namun, dari hasil pemantauan pihaknya, produsksi dihari pertama ini, semua pabrik tahu hanya menggunakan kacang kedelai dengan jumlah yang masih terbatas.
 
"Mungkin akibat harga kacang kedelainya masih tinggi, maka masing-masing pemilik pabrik tahu masih membatasi pembelian kacang kedelainya,"kata Orok.***
 

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Atasi Ketahanan Pangan, Ini Strategi dari Bupati Lebak

Minggu, 11 September 2022 | 20:40 WIB
X