• Jumat, 27 Mei 2022

Polda Banten Akui Pembebasan Tersangka Kasus Perkosaan Menyalahi Perpol

- Rabu, 26 Januari 2022 | 21:09 WIB
Bidpropam dan Bagwasidik Ditreskrimum Polda Banten saat melakukan pemeriksaan dan audit penyidikan perkara pemerkosaan gadis difabel, Rabu 26 Januari 2022. (DARI POLDA BANTEN UNTUK BANTEN RAYA)
Bidpropam dan Bagwasidik Ditreskrimum Polda Banten saat melakukan pemeriksaan dan audit penyidikan perkara pemerkosaan gadis difabel, Rabu 26 Januari 2022. (DARI POLDA BANTEN UNTUK BANTEN RAYA)

SERANG, BANTEN RAYA- Polda Banten memastikan bahwa restoratif justice (RJ) atau pembebasan dua pelaku perkosaan gadis keterbelakangan mental berusia 21 tahun hingga hamil, di Kecamatan Kasemen Kota Serang, menyalahi Peraturan Polri (Perpol). Sehingga kasusnya harus dilanjutkan hingga pengadilan.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan dari hasil penyelidikan, pembebasan kedua pelaku perkosaan tidak sesuai dengan Perpol nomor 8 tahun 2021 tentang penanganan tindak pidana berdasarkan keadilan restoratif.

"Ada permohonan pencabutan laporan polisi sebagai salah satu syarat restoratif justice. Namun penghentian penyidikan tidak seharusnya dilakukan oleh penyidik, melainkan tetap melanjutkan perkaranya hingga dapat disidangkan ke pengadilan,” katanya kepada Banten Raya, Rabu 26 Januari 2022.

Baca Juga: Sosialisasikan Zakat di Era Digital, Baznas Banten Rekrut Influenser

Shinto menambahkan, Bidpropam Polda Banten dan Bagian Pengawasan Penyidikan (Bagwasidik) Ditreskrimum Polda Banten telah melakukan penyelidikan atas perkara itu sejak Jumat (21/01) lalu.

"Sejak Jumat lalu, kita telah melakukan pemeriksaan dan audit penyidikan perkara pemerkosaan gadis difabel, sesuai hasil diskusi dengan Komisioner Kompolnas Poengki Indarti, juga mendengarkan masukan dari beberapa pihak,” tambahnya.

Untuk itu, Shinto menjelaskan, Polda Banten telah mengintruksikan agar Polres Serang Kota, melakukan peninjauan ulang atas penghentian perkara perkosaan yang dilakukan oleh paman dan tetangga korban.

Baca Juga: 40 Tahanan Lapas Cilegon yang Dipindahkan ke Nusakambangan Ternyata Berisiko Tinggi Kendalikan Narkoba

"Merekomendasikan agar Polres Serang Kota melakukan gelar perkara khusus, terkait keluarnya SP3 atau penghentian penyidikan atas perkara tersebut, dengan asistensi langsung dari Bidpropam dan Bagwasidik Ditreskrimum Polda Banten," jelasnya.

Shinto menegaskan, perkara itu menjadi atensi bagi Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto agar korban mendapatkan keadilan.

Halaman:

Editor: Rahmat Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10 Tahun Tunggak Pajak, SPPT PBB-P2 Diblokir

Senin, 25 April 2022 | 22:21 WIB

Sepakbola Target Meraih Medali Emas Porprov VI

Kamis, 31 Maret 2022 | 21:57 WIB

BPBD Kota Serang Minta Perahu Karet Ditambah

Jumat, 4 Maret 2022 | 08:06 WIB
X