• Jumat, 27 Mei 2022

Walikota Syafrudin Sebut Dolbon dan Stunting Masih Jadi PR

- Selasa, 18 Januari 2022 | 13:11 WIB
Walikota Serang Syafrudin menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara focus group disccusion yang diadakan Dompet Dhuafa di Saung Edi Bhayangkara, Kota Serang, Selasa 18 Januari 2022. ( Harir Baldan/Bantenraya)
Walikota Serang Syafrudin menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara focus group disccusion yang diadakan Dompet Dhuafa di Saung Edi Bhayangkara, Kota Serang, Selasa 18 Januari 2022. ( Harir Baldan/Bantenraya)

BANTENRAYA.COM - Walikota Serang Syafrudin menyebut buang air besar sembarangan dan stunting masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemkot Serang, karena dua kasus tersebut masih banyak ditemukan di Kota Serang.

Hal ini disampaikan Walikota Serang Syafrudin usai membuka acara fokus group disccusion (FGD) menuju Kota Serang Kota Serang Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan dan Bebas Stunting yang digelar di Saung Edi Bhayangkara, Kelurahan Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa 18 Januari 2022.

Baca Juga: Sinopsis dan Link Nonton Film Deadpool, Si Manusia yang Susah Mati

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, bebas dolbon dan bebas stunting masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, karena masih banyak warga yang buang air besar sembarangan (BABS).

"Tapi alhamdulilah upaya dari Pemkot Serang tentunya terus tiap tahun melalui leading sektor yang sudah dilaksanakan oleh DPKP (Perkim-red)," ujar Syafrudin, kepada Bantenraya.com.

Upaya ODF di Kota Serang mendapat dukungan baik dari Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah pusat.

Baca Juga: Arsenal Akan Kedatangan Dua Pemain Marseille Sekaligus Akhir Musim ini

"Banyak sekali kaitannya dengan pembuatan jamban masyarakat. Kita terus-terusan membantu masyarakat yang tidak mampu. Tahun kemarin dibantu oleh ibu Presiden RI 1000 jamban di Kecamatan Kasemen, ini juga luar biasa," jelas dia.

Terkait kasus stunting, Syafrudin mengatakan, Pemkot Serang terus berupaya untuk menekan angka stunting di Kota Serang.

Menurut Syafrudin, untuk menekan angka stunting harus dilakukan pencegahan dini, salah satunya dimulai dari menikah di usia dewasa. Bila menikah diusia dini, akan berpengaruh pada si jabang bayi, karena belum kuat janinnya.

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10 Tahun Tunggak Pajak, SPPT PBB-P2 Diblokir

Senin, 25 April 2022 | 22:21 WIB

Sepakbola Target Meraih Medali Emas Porprov VI

Kamis, 31 Maret 2022 | 21:57 WIB

BPBD Kota Serang Minta Perahu Karet Ditambah

Jumat, 4 Maret 2022 | 08:06 WIB
X