• Selasa, 28 Juni 2022

6 Buruh Jadi Tersangka, SPN Banten: Pemimpin Melaporkan Rakyatnya, Nilai Kemanusiaannya di Mana?

- Senin, 27 Desember 2021 | 14:16 WIB
Buruh Banten saat berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa 30 November 2021. Buruh mempertanyakan apakah Gubernur Banten siap bayar pesangon soal sarannya agar pengusaha mencari karyawan baru setelah aksi mogok kerja buruh. Ketua SPN Banten Intan Indria Dewi menyesalkan laporan yang dibuat Gubernur Banten yang berujung ditetapkannya 6 buruh menjadi tersangka. (Doni Kurniawan/Bantenraya.com)
Buruh Banten saat berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa 30 November 2021. Buruh mempertanyakan apakah Gubernur Banten siap bayar pesangon soal sarannya agar pengusaha mencari karyawan baru setelah aksi mogok kerja buruh. Ketua SPN Banten Intan Indria Dewi menyesalkan laporan yang dibuat Gubernur Banten yang berujung ditetapkannya 6 buruh menjadi tersangka. (Doni Kurniawan/Bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM – Ketua Serikat Pekerja Nasional atau SPN Banten Intan Indria Dewi menyebut apa yang telah terjadi pada 6 buruh yang kini diproses hukum sudah sangat keterlaluan.

Ia mengaku tak habis pikir dengan Gubernur Banten Wahidin Halim yang tega melaporkan buruh yang notabene adalah warganya.

Padahal, buruh hanya ingin menemui dan memperjuangkan untuk mendapatkan upah layak.

Baca Juga: Rans Cilegon FC Jumpa PSIM Yogyakarta di Semifinal Liga 2 Sore ini, Raffi Ahmad Turun Langsung 

“Ini sudah keterlaluan ketika pemimpin daerah mau melaporkan rakyatnya yang padahal cuma mau ketemu dan menyampaikan dan menuntut soal kesejahteraan, upah layak,” ujarnya saat dihubungi Bantenraya.com, Senin 27 Desember 2021.

Intan menegaskan, bahwa hal itu tak seharusnya terjadi jika Gubernur Banten mau introspeksi diri mengapa aksi yang dilakukan buruh bisa terjadi.

“Jadi kan nilainya kemanusiaanya di mana? Hal ini terjadi kenapa? Pastikan ada sesuatu,” katanya.  

Baca Juga: Segini Harga Tiket Nonton Final Piala AFF 2020 Indonesia vs Thailand 

Menurutnya, apa yang terjadi saat ini disebabkan oleh Gubernur Banten itu sendiri. Sebab, semenjak menjabat, Gubernur Banten itu tak pernah mau membuka komunikasi secara langsung dengan buruh.

“Hal ini tak akan terjadi ketika memang ada ruang komunikasi yang dibangun, ruang dialog yang dibuka,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X