• Rabu, 17 Agustus 2022

Disebut Terancam Bangkrut, Krakatau Steel Siap Atasi Masalah Utang dengan Cara ini

- Minggu, 5 Desember 2021 | 15:14 WIB
Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan pabrik HSM 2 (Dokumen Krakatau Steel  )
Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan pabrik HSM 2 (Dokumen Krakatau Steel )

BANTEN RAYA.COM - Beredarnya informasi pernyataan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang menyebutkan bahwa PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bisa saja terancam mengalami default atau kebangkrutan pada Desember ini, dijawab oleh pihak Krakatau Steel melalui press realease yang dikirimkan untuk media tertanggal 3 Desember 2021.

Dalam press release tersebut, Krakatau Steel akan tetap berkomitmen untuk memenuhi kewajiban utangnya kepada para kreditur yang merupakan bagian dari proses restruktutrisasi perusahaan. Pembayaran utang yang jatuh tempo di bulan Desember ini akan diatasi melalui penjualan saham di Subholding Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI).

Direktur Keuangan Krakatau Steel Tardi mengatakan, saat ini sudah ada dua bidder atau penawar yang memasukkan harga yakni dari Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) dan konsorsium Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Baca Juga: Krakatau Steel Peduli dan Rumah Zakat Berikan Beasiswa

Hasil penjualan saham KSI tersebut, dilakukan untuk memenuhi kewajiban membayar utang modal kerja senilai USD200 Juta yang berasal dari Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Saat ini kami sedang berada dalam negoisasi tahap akhir untuk kedua bidder tersebut. Krakatau Steel harus menjamin proses ini sesuai dengan ketentuan dan perundangan yang berlaku agar terciptanya tata kelola perusahaan yang baik. Selain itu, manajemen Krakatau Steel juga harus memperhatikan agar kepentingan Krakatau Steel terjaga dalam proses ini,” jelas Tardi.

Tardi menambahkan, dalam menyelesaikan negoisasi tersebut, diperlukan kecermatan dan kehati-hatian sehingga terpenuhi aspek hukum dan aspek bisnis yang nantinya akan bermanfaat bagi para pihak yang terlibat. Ketika proses tersebut selesai, baik konsorsium INA maupun konsorsium PPA berkomitmen akan menyelesaikan pembayaran utang Krakatau Steel di bulan Desember ini. Artinya, melalui pembayaran tersebut, Krakatau Steel dapat memenuhi kewajiban utangnya di bulan Desember.

Baca Juga: Sekarang, Beli Baja Krakatau Steel Bisa Lewat Aplikasi, Tinggal Klik...

Krakatau Steel akan tetap menjaga kemampuan perusahaan dalam membayar utang melalui serangkaian inisiatif strategis perusahaan. Pengelolaan utang yang kami lakukan dilakukan dengan sangat hati-hati dan mengacu kepada perjanjian kredit restrukturisasi yang ditandatangani pada Januari 2020 dengan 10 kreditur. Krakatau Steel telah membayar cicilan utang sebesar Rp444,7 miliar pasca restrukturisasi utang yang terdiri dari utang Tranche A hasil kesepakatan restrukturisasi utang Krakatau Steel sebesar Rp258 miliar dan cicilan utang kepada Commerzbank Rp186,7 miliar,” paparnya.

Halaman:

Editor: Rahmat Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Alumni SMPN 3 Cilegon Gelar Reuni Akbar

Senin, 14 Maret 2022 | 14:00 WIB
X