• Jumat, 21 Januari 2022

Ini Dampak Isu Potensi Tsunami 8 Meter di Selat Sunda, Meresahkan dan Membunuh Usaha Jasa Pariwisata

- Jumat, 3 Desember 2021 | 08:45 WIB
 Kabid Pemasaran dan Kemitraan usaha jasa pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Eeng Kosasih (tengah) menijau pembangunan homsstay di Kecamatan Cinangka, 30 November 2021. Isu Potensi tsunami 8 meter di Selat Sunda sangat berdampak. (Rahmatullah/bantenraya)
Kabid Pemasaran dan Kemitraan usaha jasa pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Eeng Kosasih (tengah) menijau pembangunan homsstay di Kecamatan Cinangka, 30 November 2021. Isu Potensi tsunami 8 meter di Selat Sunda sangat berdampak. (Rahmatullah/bantenraya)

 

BANTENRAYA.COM - Pernyataan Kepala BMKG Dwikorita yang menyatakan ada ancaman atau potensi tsunami 8 meter di Selat Sunda, membuat resah pelaku usaha pariwisata di Anyer-Cinangka, Kabupaten Serang.

Akibat pernyataan kepala BMKG itu banyak pengusaha hotel di Anyer-Cinangka yang merasa dirugikan karena para tamu hotel yang sudah melakukan pemesanan mulai membatalkan pesanannya.

Tidak hanya pengusaha hotel, para pelaku usaha pantai umum dan masyarakat yang biasa mengais rezeki di obyek wisata tersebut juga merasa dirugikan oleh pernyataan Kepala BMKG karena dapat mematikan usaha mereka.

Baca Juga: Luruskan Soal Potensi Tsunami 8 Meter di Cilegon, BMKG: Hanya Contoh Wilayah Rawan

Kabid Pemasaran dan Kemitraan usaha jasa pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Eeng Kosasih mengatakan, phkanya banyak menerima keluhan dari para pelaku usaha pariwisata terkait dengan informasi potensi tsunami tersebut. 

"Pernyataan Kepala BMKG Dwikorita yang disampaikan pada Rapat Kerja dengan Komisi V DPR-RI 1 Desember 2021 terkait ancaman tsunami 8 meter di Selat Sunda sangat meresahkan," ujar Eeng, Jumat 3 Desember 2021.

Baca Juga: Cuplikan Video TikTok Saat Mensos Tri Rismaharani Pasksa Tunarungu Bicara, Ini Videonya Sebelum Dihapus 

Ia menilai, tanpa sadari pernyataan kepala BMKG itu menimbulkan kerugian yang luar biasa khususnya bagi para pelaku usaha jasa pariwisata di wilayah Anyer dan Cinangka dan masyarakat yang tinggal di sekitar pantai. 

"Banyak tamu-tamu hotel sejak munculnya pemberitaan soal ancaman tsunami ini melakukan pembatalan pesanan hotelnya. Kerugiannya luar biasa mencapai miliaran," katanya. 

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pura-Pura Cari Kontrakan, Ternyata Jambret

Kamis, 13 Januari 2022 | 14:31 WIB
X