• Jumat, 21 Januari 2022

Mahasiswa STISIP Banten Raya Antusias Ikut Seminar Jurnalistik, Ketua SMSI : Tak Mudah Sandang Status Wartawan

- Kamis, 2 Desember 2021 | 13:52 WIB
Ketua SMSI Pandeglang Muhaemin (kanan) menerima piagam usai menjadi narasumber seminar jurnalistik di STISIP Banten Raya Pandeglang, 2 Desember 2021 (Foto BEM STISIP Banten Raya)
Ketua SMSI Pandeglang Muhaemin (kanan) menerima piagam usai menjadi narasumber seminar jurnalistik di STISIP Banten Raya Pandeglang, 2 Desember 2021 (Foto BEM STISIP Banten Raya)

BANTENRAYA.COM – Seminar jurnalistik BEM STISIP Banten Raya Pandeglang sukes digelar di Kampus STISIP Banten Raya, Kamis 2 Desember 2021. Mahasiswa STISIP Banten Raya antusias dengan Seminar Jurnalistik di kampus Desa Bangkonol Kabupaten Pandeglang.

Dalam Seminar Jurnalistik BEM STISIP Banten Raya Pandeglang ini, panitia menghadirkan Ketua SMSI Pandeglang Muhaemin dan dosen STISIP Banten Raya, Ari Supriadi, serta wartawan sebuah portal berita lokal, Dede Taufik, sebagai narasumber.

Dian Wahyu Danial, Wakil Ketua III STISIP Banten Raya Pandeglang mengatakan,  Seminar Jurnalistik bermanfaat bagi mahasiswa.

Baca Juga: Tanding Malam Ini, Berikut Jadwal dan Link Live Streaming Liga Inggris Manchester United vs Arsenal

Selain untuk mendukung tugas perkulihan seperti menyusun paper atau skripsi, pemahaman jurnalistik juga menyiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan jaman atau revolusi industri 4.0 bahkan 5.0.

“Setelah seminar diharapkan ada kegiatan lanjutan untuk mematangkan kemampuan mahasiswa dalam bidang menulis dan juranlistik,” pesan Dian dalam sambutannya mewakili kampus.

Ketua SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Pandeglang Muhaemin dalam seminar ini memaparkan kode etik jurnalistik.

Baca Juga: Tanggul TPT Sodetan di Kabupaten Serang Jebol, Bagaimana Dampaknya?

“Tidak mudah menyandang status wartawan karena dalam pelaksanaan tugasnya wajib mematuhi kode etik juranalistik dan etika lainnya yang tidak tertulis,” kata Muhaemin.

Kata Muhaemin ada pendidikan berjenjang bagi seseorang yang ingin menyandang status wartawan. “Wartawan tidak sebatas bermodal bisa nulis dan punya kartu pers. Ada tahapan pendidikan dan pelatihan  sesuai amanat UU Pokok Pers Nomor 40 tahun 1999.”

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wapres Tinjau Korban Gempa di Desa Munjul Pandeglang

Kamis, 20 Januari 2022 | 12:56 WIB

PAD Pariwisata Tahun 2022 Ditarget Rp700 Juta

Senin, 17 Januari 2022 | 07:30 WIB
X