• Senin, 15 Agustus 2022

Wagub Banten Andika Hazrumy Pimpin Apel Siaga Bencana, Mitigasi Harus Dioptimalkan

- Selasa, 30 November 2021 | 17:18 WIB
Wagub Banten jadi pemimpin Apel Siaga Bencana di Lapangan Sekretariat Daerah Pemprov Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Selasa 30 November 2021.  (Doni Kurniawan/Bantenraya)
Wagub Banten jadi pemimpin Apel Siaga Bencana di Lapangan Sekretariat Daerah Pemprov Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Selasa 30 November 2021. (Doni Kurniawan/Bantenraya)

BANTENRAYA.COM – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy memimpin Apel Siaga Bencana 2021 tingkat Provinsi Banten.

Apel siaga bencana di pusatkan di Lapangan Sekretariat Daerah Pemprov Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Selasa 30 November 2021.

Pada apel yang diikuti seluruh stake holder penanggulangan bencana di Provinsi Banten tersebut, Andika Hazrumy meminta upaya-upaya mitigasi bencana lebih dioptimalkan.

Baca Juga: Javier, Pria Penjelajah Waktu yang Mengaku Terjebak di Tahun 2027

“Apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta apel gabungan siaga Bencana Provinsi Banten tahun 2021, dengan apel siaga bencana ini, diharapkan dapat membangun komitmen bersama seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder untuk terlibat aktif dan mendorong terbentuknya gerakan bersama para pihak dalam upaya kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat di seluruh wilayah rawan bencana di Provinsi Banten,” kata Andika.

Kegiatan ini, kata andika, merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian seluruh unsur yang terkait pada upaya penanggulangan bencana. Forum Komunikasi Siaga Bencana yang bersifat lintas sektoral mulai dari BPBD, PUPR, Dinkes, Dinsos, Pemda Kabupaten/Kota, Basarnas, TNI, Polri, PMI, TAGANA, dan lembaga sosial kemanusiaan nirlaba lainnya seperti ACT, Dompet Dhuafa dan lain sebagainya sangat diperlukan dalam rangka kesiapsiagaan tanggap darurat kebencanaan.

“Kita semua tidak berharap terjadinya bencana, akan tetapi pemetaan potensi dan ancaman bencana perlu dilakukan untuk kesiapsiagaan bagaimana mekanisme tanggap darurat yang akan dijalankan, tahapan recovery yang akan dilakukan hingga tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi yang akan dilakukan,” paparnya.

Baca Juga: Tarif Tol Serang-Panimbang Seksi I Telah Keluar, Netizen: Mahal, Naik Kereta Saja Rp3.000 Doang 

Berdasarkan data BNPB tahun 2020, lanjut Andika, Provinsi Banten memiliki ancaman bencana yang beragam, diantaranya tsunami dan gempa bumi karena berdekatan dengan sesar Sumatera dan jalur cincin api. Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2020, Provinsi Banten memiliki indeks risiko 154.87 atau tinggi.

Mitigasi risiko bencana, kata Andika, juga perlu dilakukan dengan penyediaan infrastruktur sarana dan prasarana untuk mengurangi risiko bencana serta melibatkan unsur masyarakat dalam meningkatkan penyadaran dan kemampuan masyarakat menghadapi ancaman bencana.

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X