• Rabu, 26 Januari 2022

Usulan Kenaikan UMK 2022 Tak Sampai Satu Persen, Walikota Cilegon Dinilai Acuhkan Saran Depeko

- Jumat, 26 November 2021 | 18:23 WIB
Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Sanudin.  ( Gillang / Banten Raya)
Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Sanudin. ( Gillang / Banten Raya)

Seharusnya Walikota Cilegon berani mengusulkan prosentase kenaikan antara 1,09 persen sampai 3,51 persen.  

"Jadi hasilnya bisa dipertanggungjawabkan usulan Walikota mengacu usulan Depeko. Lagian, yang menentukan kan bukan Walikota tetapi Gubernur, seharusnya tidak perlu takut untuk mengusulkan kenaikan UMK direntang yang disarankan Depeko," tandasnya. 

Baca Juga: Bejat! Paman dan Tetangga Perkosa Gadis Keterbelakangan Mental di Kota Serang

Sanudin menilai jika buruh terus-terusan berdemo wajar, karena usulan UMK 2022 oleh Walikota Cilegon tidak sesuai rumusan Depeko Cilegon, lantaran di dalamnya juga ada perwakilan buruh.  

"Jika masih ada ruang merevisi usulan UMK, mungkin lebih baik direvisi lantaran saat ini belum diputuskan oleh Gubernur. Tetapi, ini Depeko diabaikan, padahal Depeko kerja dibiayai pemerintah," jelansya. 

Sanudin menilai, kebijakan Walikota Cilegon tersebut dengan mengusulkan kenaikan UMK 2022 0,71 persen, bisa membuat hubungan industrial buruh dan pemerintah kurang baik. 

Baca Juga: Pembangunan Banten International Stadium Capai 89,3 Persen, Sudah Bisa Dipakai di Maret 2022 

"Kami berharap terjadinya kondusivitas antara pemerintah di buruh agar ekonomi berjalan lancar dan pemerintahan juga tidak terganggu," ucap mantan buruh ini. ***

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X