• Kamis, 2 Desember 2021

Usulan Kenaikan UMK 2022 Tak Sampai Satu Persen, Walikota Cilegon Dinilai Acuhkan Saran Depeko

- Jumat, 26 November 2021 | 18:23 WIB
Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Sanudin.  ( Gillang / Banten Raya)
Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Sanudin. ( Gillang / Banten Raya)

BANTENRAYA.COM- Usulan kenaikan upah minimum kota atau UMK Cilegon 2022 yang dilakukan oleh Walikota Cilegon Helldy Agustian sebesar 0,71 persen mendapatkan tanggapan dari Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kota Cilegon

Di mana, usulan Walikota Cilegon tersebut lebih rendah daripada saran dari Dewan Pengupahan Kota atau Depeko Cilegon.  

Hasil Rapat Depeko Cilegon pada 18 November 2021, diusulkan rentang kendali negosiasi usulan kenaikan UMK antara 1,09 persen sampai 3,51 persen. 

Baca Juga: Protes, Warga Sepang Kota Serang Buat Kuburan dari Sampah Liar

Usulan UMK Cilegon 2022 telah diusulkan oleh Walikota Cilegon Helldy Agustian pada 23 November 2021 dengan kenaikan 0,71 persen. 

Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Sanudin mengatakan, harusnya ruang diskusi kenaikan UMK di posisi 1,09 persen sampai 3,51 persen.  

"Meski penentuan kenaikan nilai UMK hak prerogratif Walikota, tetapi etisnya di rentang kendali yang telah disepakati Depeko pada 1,09 persen sampai 3,51 persen," kata Sanudin kepada Bantenraya.com, Jumat 26 November 2021. 

Baca Juga: Nagita Slavina Lahirkan Anak Kedua, Sekeluarga Trending di Twitter  

Dikatakan Sanudin, harusnya Walikota Cilegon memutuskan di rentang yang diusulkan Depeko.  

"Kalau usulan kenaikan UMK dibawah yang diusulkan Depeko, artinya Depeko tidak dihargai. Padahal, Depeko kan dibiayai oleh negara. Di dalam Depeko ini, ada Disnaker, Buruh, Apindo dan Akademisi," kata Politikus Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB ini. 

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenhub Terbitkan Maklumat Pelayaran, Ada Apa?

Rabu, 1 Desember 2021 | 13:51 WIB
X