• Rabu, 26 Januari 2022

Walikota Cilegon Usulkan UMK 2022 Naik Tak Sampai 1 Persen, Buruh Ancam Tak Akan Pilih Helldy Agustian Lagi

- Rabu, 24 November 2021 | 15:17 WIB
Buruh berunjuk rasa di depan Kantor Walikota Cilegon, Rabu 24 November 2021. Buruh mengancam tak akan kembali Helldy Agustian sebagai Walikota Cilegon setelah hanya mengusulkan kenaikan UMK 2022 hanya 0,71 persen. (Ainul Gillang/Banyenraya.com)
Buruh berunjuk rasa di depan Kantor Walikota Cilegon, Rabu 24 November 2021. Buruh mengancam tak akan kembali Helldy Agustian sebagai Walikota Cilegon setelah hanya mengusulkan kenaikan UMK 2022 hanya 0,71 persen. (Ainul Gillang/Banyenraya.com)

BANTENRAYA.COM - Ribuan buruh di Kota Cilegon berunjuk rasa unjuk rasa di Halaman Kantor Walikota Cilegon, Rabu 24 November 2021 siang.

Buruh yang sedianya menemui Walikota Cilegon Helldy Agustian, namun disaat bersamaan Helldy diketahui sedang melakukan kegiatan pemerintahan di Kota Bandung. 

Aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan para buruh di Kota Cilegon lantaran Walikota Cilegon mengusulkan upah minimum kota atau UMK 2022 naik 0,71 persen. 

Baca Juga: Bertolak ke Natuna, Mahfud MD: Tak Boleh Sejengkalpun Hilang dari Kekuasaan

Diketahui adapum besraan UMK Kota Cilegon 2021 sebesar Rp4.386.220,00.

Ketua Forum Serikat Pekerja Serikat Buruh atau SPSB Kota Cilegon Rudi Sahrudin mengatakan, usulan UMK 2022 oleh Walikota Cilegon ke Gubernur Banten sangat melukai buruh Kota Cilegon.

"Saya kecewa berat, sakit hati, atas diputuskannya rekomendasi UMK berlandaskan PP 36 tahun 2021 tentang Pengupahan," kata Rudi kepada awak media. 

Baca Juga: November Sale, Eiger Store Cilegon Buy 1 Get 1

Rudi menjelaskan, masukan dari buruh tidak digubris oleh orang nomor satu di Kota Cilegon.

Di mana, buruh mengusulkan kenaikan UMK 2022 sebesar 13,50 persen. 

"Seharusnya ini kesempatan Walikota Cilegon untuk pendekatan, yang seharusnya peduli kepada buruh Kota Cilegon," pintanya. 

Baca Juga: Tinjau Atap Ruang Laboratorium SMPN 1 Cibeber yang Roboh, Bupati Lebak: Langsung Diperbaiki Tahun Ini

Kata Rudi, kenaikan 0,71 persen dibawah rekomendasi pakar pengupahan yang mengusulkan 3,51 persen. 

"Kalau buruh 13,50 persen usulan kenaikannya," ungkapnya. 

Helldy sendiri dinilai pro kapitalis. Para buruh mengaku tak akan pilih Helldy Agustian lagi sebagai Walikota Cilegon.

Baca Juga: Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa Unpam Ajarkan Membuat Masker dengan Metode Tie Dye yang Sedang Tren

"Kalau mau mencalonkan sebagai Walikota, harus bijak dan seadil-adilnya, ya tidak memilih lagi," tandasnya. 

Dengan usulan kenaikan UMK 2022 sebesar 0,71 persen, kenaikan upah hanya sekitar Rp30 ribu. 

"Kalau bijak, untuk menjaga hubungan industrial yang kondusif," ujarnya. 

Baca Juga: DPK Banten Gelar Lomba Film Dokumenter, SMAN 1 Cikande Juaranya

Rudi mengaku, hubungan antara Pemkot Cilegon dan buruh selama ini baik-baik saja, namun dengan usulan UMK yang kecil Ia mengaku tidak bisa menjamin kondusifitas hubungan industrial. 

"Harusnya bijak, memertimbangkan usulan pakar pengupahan 3,51 persen kalau mau. Kita kecewan dan menolak usulan Pemkot Cilegon," ucapnya. ***

Halaman:
1
2
3

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X