• Selasa, 30 November 2021

Walikota Cilegon Usulkan UMK 2022 Naik Tak Sampai 1 Persen, Buruh Ancam Tak Akan Pilih Helldy Agustian Lagi

- Rabu, 24 November 2021 | 15:17 WIB
Buruh berunjuk rasa di depan Kantor Walikota Cilegon, Rabu 24 November 2021. Buruh mengancam tak akan kembali Helldy Agustian sebagai Walikota Cilegon setelah hanya mengusulkan kenaikan UMK 2022 hanya 0,71 persen. (Ainul Gillang/Banyenraya.com)
Buruh berunjuk rasa di depan Kantor Walikota Cilegon, Rabu 24 November 2021. Buruh mengancam tak akan kembali Helldy Agustian sebagai Walikota Cilegon setelah hanya mengusulkan kenaikan UMK 2022 hanya 0,71 persen. (Ainul Gillang/Banyenraya.com)

BANTENRAYA.COM - Ribuan buruh di Kota Cilegon berunjuk rasa unjuk rasa di Halaman Kantor Walikota Cilegon, Rabu 24 November 2021 siang.

Buruh yang sedianya menemui Walikota Cilegon Helldy Agustian, namun disaat bersamaan Helldy diketahui sedang melakukan kegiatan pemerintahan di Kota Bandung. 

Aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan para buruh di Kota Cilegon lantaran Walikota Cilegon mengusulkan upah minimum kota atau UMK 2022 naik 0,71 persen. 

Baca Juga: Bertolak ke Natuna, Mahfud MD: Tak Boleh Sejengkalpun Hilang dari Kekuasaan

Diketahui adapum besraan UMK Kota Cilegon 2021 sebesar Rp4.386.220,00.

Ketua Forum Serikat Pekerja Serikat Buruh atau SPSB Kota Cilegon Rudi Sahrudin mengatakan, usulan UMK 2022 oleh Walikota Cilegon ke Gubernur Banten sangat melukai buruh Kota Cilegon.

"Saya kecewa berat, sakit hati, atas diputuskannya rekomendasi UMK berlandaskan PP 36 tahun 2021 tentang Pengupahan," kata Rudi kepada awak media. 

Baca Juga: November Sale, Eiger Store Cilegon Buy 1 Get 1

Rudi menjelaskan, masukan dari buruh tidak digubris oleh orang nomor satu di Kota Cilegon.

Di mana, buruh mengusulkan kenaikan UMK 2022 sebesar 13,50 persen. 

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X