• Kamis, 2 Desember 2021

SMKN 1 Kota Serang Deklarasikan Anti Perundungan

- Selasa, 23 November 2021 | 07:27 WIB
Siswa SMKN 1 Kota Serang menandatangani komitmen untuk tidak melakukan perundungan dalam Deklarasi Gerakan Perubahan Anti Perundungan di SMKN 1 Kota Serang, Senin, 22 November 2021.  (MUHAMAD TOHIR/ BANTEN RAYA)
Siswa SMKN 1 Kota Serang menandatangani komitmen untuk tidak melakukan perundungan dalam Deklarasi Gerakan Perubahan Anti Perundungan di SMKN 1 Kota Serang, Senin, 22 November 2021. (MUHAMAD TOHIR/ BANTEN RAYA)

BANTENRAYA.COM  - SMKN 1 Kota Serang mendeklarasikan gerakan anti perundungan di sekolah mereka. Dalam gerakan ini dikukuhkan 33 pelajar di sekolah itu sebagai agen perubahan.

Kepala SMKN 1 Kota Serang Maksudi Zen Muttaqin mengatakan, deklarasi gerakan perubahan anti perundungan di SMKN 1 Kota Serang dilakukan untuk mencipatakan sekolah agar bisa menjadi tempat yang nyaman sehingga seperti menjadi rumah kedua bagi anak.

Karena hanya dengan itulah anak-anak akan bisa menjadi anak yang berprestasi dan belajar dengan baik.

Baca Juga: LK II HMI Cabang Pandeglang Usai, Koordinator Presidium MD KAHMI: Kader Harus Berikan Bermanfaat

“Bulying akan mematikan anak untuk maju,” ujar Zen usai Deklarasi Gerakan Perubahan Anti Perundungan di SMKN 1 Kota Serang, Senin, 22 November 2021.

Sekolah menurutnya punya kewajiban menyiapkan anak-anak agar menjadi generasi yang kompeten dan berdaya saing. Hal itu hanya bisa dibentuk bila ekosistem di sekolah menyenangkan bukan malah menakutkan bagi siswa karena banyaknya aksi perundungan.

“Dengan gerakan ini, perundungn atau bulying akan mulai dikikis sedikit demi sedikit agar hilang,” katanya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten Hendry Gunawan yang menghadiri deklarasi gerakan perubahan anti perundungan mengatakan, saat ini di Banten ada lima sekolah yang sudah mendeklarasikan gerakan anti perundungan.

Baca Juga: Cara Membuat Tonik Kunyit Plus untuk Menyuburkan Kandungan kata dr. Zaidul Akbar

Dengan mendeklarasikan gerakan anti perundungan, maka sekolah akan menjadi Sekolah Penggerak. Dia beraharap 33 anak yang ditunjuk sebagai agen perubahan bisa menjadi agen pelopor dan pelapor. Menjadi agen pelopor artinya yang memberikan contoh tidak melakukan perundungan dan menyosialisasikannya kepada teman-temannya.

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pandemi Hantam Pelaku Jasa Konstruksi di Banten

Senin, 29 November 2021 | 19:30 WIB

Pengembang Perumahan Wajib Sediakan Tempat Sampah

Senin, 29 November 2021 | 11:02 WIB

LKRA Selesai, Lingkungan Kemang RT 02 Kotor Lagi

Sabtu, 27 November 2021 | 19:55 WIB
X