• Rabu, 19 Januari 2022

Banyak yang Belum Peduli Cagar Budaya, Ini yang dilakukan Disparbud Cilegon

- Kamis, 18 November 2021 | 22:45 WIB
Narasumber bimtek cagar budaya dari TACB Banten Dadan Sujana dan BPCB Banten Pahlawan Putra SN memberikan materi, Kamis (18/11) (danang/banten raya)
Narasumber bimtek cagar budaya dari TACB Banten Dadan Sujana dan BPCB Banten Pahlawan Putra SN memberikan materi, Kamis (18/11) (danang/banten raya)

BANTEN RAYA.COM - Kepedulian masyarakat terhadap cagar budaya yang ada di Cilegon masih terbilang minim. Untuk itu, Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Cagar Budaya di Greenotel Cilegon, Kamis (18/11).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 75 peserta yang berasal dari komunitas seni dan budaya, para guru sejarah di Kota Cilegon, Juru Pelihara Cagar Budaya, dan unsur pemerintahan. Dalam bimtek juga dihadirkan narasumber dari Balai Pengelola Cagar Budaya (BPCB) Banten dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banten.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disparbud Cilegon Tini Suswatini mengatakan, dengan adanya bimtek diharapkan mampu membangkitkan kepedulian dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap benda maupun situs yang diduga sebagai cagar budaya.
"Saat ini di Cilegon ada beberapa benda cagar budaya yang dikelola oleh perorangan maupun swasta.

Baca Juga: Pengadaan Barang Diduga Bermasalah, BUMD di Cilegon Ini Bakal Diaudit Inspektorat Cilegon

Nah, dalam undang-undang baru yang mengatur benda maupun situs cagar budaya, pemeliharaan diserahkan sepenuhnya kepada pemilik atau yang menguasai secara sah. Dengan kata lain, sekarang seluruh warga negara yang tanggung jawab terhadap pelestarian dan pemeliharaan cagar budaya bukan hanya pemerintah atau lembaga saja," katanya.

Itu artinya, lanjut Tini, setelah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah atau lembaga yang berkompeten, pemilik benda atau situs cagar budaya wajib mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai sejarah maupun wujud asli cagar budaya tersebut.

(danang/banten raya)

"Bagi cagar budaya yang statusnya milik perorangan maupun swasta bisa dikomunasikan dengan pemerintah maupun pihak yang menetapkannya agar bisa diupayakan negosiasi terkait hal-hal yang diperlukan untuk pemeliharaan. Biasanya pemilik mendapatkan kompensasi bebas pajak bangunan dan insentif dari pemerintah. Termasuk izin merenovasi tapi dengan tidak mengubah bentuk asli bangunannya," ujarnya.

Baca Juga: RSKM Cilegon Guyur Warga Kelurahan Pabean dengan 100 Kg Bibit Jahe Merah

Halaman:

Editor: Rahmat Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Al-Khairiyah Umumkan Daftar Nama Pengurus 2021-2026

Minggu, 16 Januari 2022 | 10:54 WIB
X