• Selasa, 28 Juni 2022

Tuntut Kenaikan Upah Minimum, Buruh Tak Bakal Berhenti Berdemo

- Kamis, 11 November 2021 | 15:24 WIB
Buruh berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu 10 November 2021. Buruh di Banten tak akan berhenti berdemo untuk hingga tuntutan mereka agar upah minimum 2022 dinaikan dikabulkan Gubernur Banten. (Doni Kurniawan/Bantenraya.com)
Buruh berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu 10 November 2021. Buruh di Banten tak akan berhenti berdemo untuk hingga tuntutan mereka agar upah minimum 2022 dinaikan dikabulkan Gubernur Banten. (Doni Kurniawan/Bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM - Para buruh di Banten mengaku akan terus menyuarakan aspirasinya agar upah minimum di 2022 dinaikan. 

Hal itu sebagai respons buruh atas pernyataan Gubernur Banten Wahidin Halim yang akan tetap menentukan upah minimum 2022 sesuai aturan dari pemerintah pusat. 

Berdasarkan catatan Bantenraya.com, sejauh ini buruh telah melakukan aksi demo terkait upah minimum 2022 setidaknya tiga kali dalam kurun waktu dua minggu. 

Baca Juga: Lowongan Kerja Lion Air Group Terbaru November 2021, Posisi Pramugari dan Pramugara Minimal Pendidikan SMA

Aksi pertama dilakukan pada 26 Oktober 2021, selanjutnya kembali dilakukan pada 2 November 2021 dan terakhir pada 10 November 2021. 

Dalam aksinya, mereka menuntut agar upah minimum provinsi (UMP) naik sebesar 8,9 persen dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) naik 13,5 persen.

Usulan kenaikan UMP 8,9 persen sesuai dengan pertumbuhan ekonomi Banten dalam setahun terakhir.

Baca Juga: Cara Cepat Menurunkan Berat Badan dari 85Kg jadi 65Kg kata dr. Zaidul Akbar

Sementara untuk kenaikan UMK 13,5 persen berdasarkan kebutuhan hidup layak dari hasil survei di sejumlah pasar di Banten.

Ketua Bidang Sosial Politik Serikat Pekerja Nasional (SPN) Provinsi Banten Ahmad Saukani mengatakan, bahwa perjuangan buruh agar aspirasinya didengar tidak akan pernah surut.

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X