• Rabu, 19 Januari 2022

Gara-gara Salah Kostum, Satu Peserta CPNS Gugur Sebelum Tes

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:45 WIB
Tim Panselda Kota Serang mengecek peserta tes CPNS sebelum mengikuti tes ujian SKD di Hotel Puri Kayana, Kota Serang, Kamis 21 Oktober 2021. Seorang peserta dinyatakan gugur karena tak mengikuti standar pakaian tes alias salah kostum. (Harir Baldan/Bantenraya.com)
Tim Panselda Kota Serang mengecek peserta tes CPNS sebelum mengikuti tes ujian SKD di Hotel Puri Kayana, Kota Serang, Kamis 21 Oktober 2021. Seorang peserta dinyatakan gugur karena tak mengikuti standar pakaian tes alias salah kostum. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

 

BANTENRAYA.COM - Salah seorang peserta CPNS yang akan ikut tes seleksi kompetensi dasar (SKD) di Hotel Puri Kayana, Kota Serang, dipulangkan panitia seleksi daerah (Panselda) Kota Serang, Kamis 21 Oktober 2021.

Lantaran peserta CPNS itu salah kostum atau tak mengikuti ketentuan pakaian yang ditetapkan.

Alhasil peserta CPNS berjenis kelamin perempuan asal Kabupaten Serang itu dinyatakan gugur sebelum mengikuti tes.

Baca Juga: Inilah Daftar 6 Kampung Juara Lomba Kampung Resik Lan Aman Tingkat Kota Serang Tahun 2021

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang Ritadi Bin Muhsinun.

Ritadi Bin Muhsinun mengatakan, peserta yang tidak bisa mengikuti tes SKD ini karena menyalahi aturan yang ditetapkan.

"Ada salah seorang peserta yang menyalahi ketentuan. Salah kostum karena dia pakai celana jeans dan kemeja flanel," ujarnya.

Baca Juga: Rachel Vennya dan Pacarnya Diperiksa di Polda Metro Jaya, Pilih Bungkam

Aturannya kan harus celana katun warna hitam dan kemeja warna putih," ujar Ritadi, kepada Bantenraya.com ditemui usai mendampingi Sekda Kota Serang Nanang Saefudin meninjau peserta tes CPNS.

Ritadi mengaku pihaknya sudah mengumumkan terkait aturan pakaian yang boleh dikenakan saat pelaksanaan tes ujian SKD melalui website dan media sosial.

"Alasannya katanya enggak tau, lupa. Padahal kan dipengumuman sudah jelas," kata dia.

Baca Juga: Tali Sling Putus, Jembatan Gantung Penghubung Dua Kecamatan di Lebak Tak Bisa Dilalui

Ritadi menegaskan, peserta itu bisa mengikuti tes susulan, karena tes susulan hanya untuk peserta Covid-19.

"Tidak bisa (susulan-red). Kecuali Covid-19," katanya.

Lantaran tidak menggunakan pakaian sesuai ketentuan, sambung Ritadi, peserta itu tidak diperbolehkan untuk mengikuti tes SKD.

Baca Juga: Sejarah Angklung Buhun yang Digunakan Warga Baduy Menyambut Kedatangan Menteri BUMN

"Kalau masih sempat ganti pakaian dia masih bisa ikut, tapi karena balik lagi kesini karena jaraknya jauh ya gugur. Tapi gugurnya karena tidak bisa ikut," terangnya.

"Karena 5 menit sebelum tesnya itu sudah diturup registrasinya sudah tidak bisa diakses," bener Ritadi.

Ritadi menyebutkan, satu peserta yang dipulangkan itu berjenis kelamin perempuan, yang berasal dari Kabupaten Serang.

Baca Juga: Satpol PP Cilegon Klaim Pembukaan Segel Eks Tempat Hiburan Malam di Cilegon Sudah Sesuai Prosedur

"Dari Kramatwatu, Kabupaten Serang," sebut Ritadi. ***

Halaman:
1
2
3

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penerimaan Kanwil DJP Banten Lampaui Target

Rabu, 19 Januari 2022 | 13:03 WIB

Rp4 Miliar untuk Bangun Kantor Dinsos Kota Serang

Senin, 17 Januari 2022 | 08:40 WIB

Tawuran di Kota Serang, Seorang Pelajar Tewas

Kamis, 13 Januari 2022 | 21:45 WIB
X