• Senin, 17 Januari 2022

Ditinggal Pacar Hingga Divonis ODGJ, Riyan Hidayatullah Kini Telah Terbitkan Dua Buku

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:13 WIB
Riyan Hidayatullah, penyintas Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ yang telah menulis dua buku. (Gillang Banten Raya)
Riyan Hidayatullah, penyintas Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ yang telah menulis dua buku. (Gillang Banten Raya)

BANTENRAYA.COM- Riyan Hidayatullah, pria berusia 27 tahun asal Lingkungan Jombang Kali, Kelurahan Jombanh Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, merupakan penulis buku

 

Riyan mulai menulis sejak 2018 lalu. Hingga kini sudah dua buku yang Ia terbitkan. 

 

Buku pertama hasil karya Riyan berjudul 'SAMPAH: Ketika Kekasih Menjadi Mantan'. Sedangkan buku kedua berjudul 'SAMPAH: Sebuah Perjuangan Hidup'. 

Baca Juga: Tahun Depan Program Salira Rp100 Juta Per RW Dikerjakan

Siapa sangka, Riyan Hidayatullah merupakan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ yang terdata oleh Dinas Kesehatan Kota Cilegon. Bahkan, hingga saat ini Riyan masih rutin kontrol di Puskesmas Jombang Kota Cilegon

 

Ditemui disela-sela Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2021 tingkat Kota Cilegon, Riyan mengatakan, awalnya divonis ODGJ oleh dokter Rumah Sakit Umum Daerah Cilegon pada 2018 lalu. Riyan sendiri sempat depresi sejak 2015. 

 

"Awalnya saya pacaran dengan mantan saya sejak SMP (Sekolah Menengah Pertama), itu sampai tujuh tahun. Pada 2015 mantan saya pacaran sama orang lain dan ninggalin saya, setelah itu saya seperti depresi gitu," kata Riyan saat diwawancara Bantenraya.com, Kamis 21 Oktober 2021. 

Baca Juga: Nikmat Bener, Paula Masak Sayur Asem, Ikan Peda, Sambal Terasi untuk Baim Wong

Riyan mengaku awal mengalami depresi, Ia dibawa ke pengobatan nonmedis oleh keluarganya. Namun sekitar dua tahun tak kunjung ada perubahan. 

 

"Baru pada 2018 saya ke dokter, dan ternyata divonis bipolar affective disorder. Saya pun harus kontrol rutin dan minum obat dari dokter," kata Riyan. 

 

Setelah menjalani pengobatan medis, kejiawaan Riyan mulai stabil meski belum sembuh total. Bahkan, hingga saat ini, Ia masih rutin kontrol ke Puskesmas Jombang dan mengonsumsi obat resep dari dokter.  

Baca Juga: Wakil Bupati Serang Kawal Langsung Pengosongan THM di JLS, Petugas Temukan Miras dan Kondom

"Sejak kejiwaan saya stabil, saya mulai berusaha. Saya membuat sepatu safety, produksi sepatu safety yang penjualanya mencapai lebih dari puluhan setiap bulannya. Namun, saat ini sudah tutup karena terdampak covid-19," kata Riyan. 

 

Selain usaha membuat sepatu safety, Riyan juga menulis sebuah buku. Bahkan saat ini sudah dua buku Ia rilis. 

 

"Buku pertama berjudul 'SAMPAH: Ketika Kekasih Menjadi Mantan' pada 2020. Sedangkan buku kedua berjudul 'SAMPAH: Sebuah Perjuangan Hidup' buku kedua terbit 2021 ini," kata Riyan. 

Baca Juga: Usai Ziarah ke Banten Lama, Warga Depok Terlindas Truk dalam Perjalanan Pulang

Riyan mengaku mulai belajar menulis sejak 2018 lalu, sejak dinyatakan kejiwaanya mulai stabil. Ia belajar menulis secara otodidak melalui internet, youtube, dan komunitas-komunitas menulis. 

 

"Buku yang saya jual juga saya jual di Tokopedia dan Shopee," ungkapnya. 

 

Pria yang lulusan sebuah SMK Swasta di Kota Cilegon ini juga memberikan motivasi kepads generasi muda yang mengidap bipolar affective disorder agar bisa bangkit. 

Baca Juga: Satpol PP Cilegon Klaim Pembukaan Segel Eks Tempat Hiburan Malam di Cilegon Sudah Sesuai Prosedur

"Gangguan jiwa bukan aib, gangguan jiwa bukan kutukan, kalian bisa melakukan apapun, berkreasi, apalagi sekarang ada website, blog, podcast, youtube, atau menulis buku seperti saya," pintanya. 

 

Ia juga meminta kepada para lelaki yang ditinggal pacarnya untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan. "Kalau tidak punya tempat curhat seperti saya, menulislah, adau podcast, bias kalian lakukan hal-hal lain, menciptakan lagu dan sebagainya," katanya.  

 

Saat ini, Riyan mengaku masih melakukan kontrol dengan psikiater. Ia sedang berlatih menangis. "Sejak 2015 lalu, saya tidak bisa menangis. Sekarang sedang belajar menangis. Saya juga tidak mau disebut mantan ODGJ, toh saat ini saya masih minum obat dan tidak tahu sampai kapan," akunya.

Baca Juga: Satpol PP Cilegon Klaim Pembukaan Segel Eks Tempat Hiburan Malam di Cilegon Sudah Sesuai Prosedur

Di tempat yang sama, Walikota Cilegon Helldy Agustian mengapresiasi para penyintas ODGJ yang mau berubah. "Kami sangat mendukung penyintas ODGJ untuk berkarya," ucapnya. 

 

Helldy mengaku, ke depan pihaknya akan melakukan pendampingan dan pelatihan kepada para penyintas ODGJ agar kembali bisa bekerja seperti orang lain.

 

"Pemkot Cilegon sangat support untuk penanganan ODGJ. Kami berharap, ODGJ yang masih dalam perawatan bisa sembuh semua," harapnya.  ***

Halaman:
1
2
3
4
5

Editor: Rahmat Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Al-Khairiyah Umumkan Daftar Nama Pengurus 2021-2026

Minggu, 16 Januari 2022 | 10:54 WIB
X