• Senin, 24 Januari 2022

Ratusan Warga Taktakan Geruduk Kantor Kelurahan Cilowong, Ada Apa Ya?

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 11:38 WIB
Ratusan warga yang tergabung dalam Gema Tara menggeruduk kantor Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Kamis 21 Oktober 2021. (Harir Baldan/Banten Raya)
Ratusan warga yang tergabung dalam Gema Tara menggeruduk kantor Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Kamis 21 Oktober 2021. (Harir Baldan/Banten Raya)

BANTENRAYA.COM - Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Taktakan Raya (GEMA TARA) menggeruduk kantor Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Kamis 21 Oktober 2021. 

 

Mereka menuntut dana kompensasi MoU atau kerjasama pembuangan sampah dengan Pemerintah Kota Tangsel.

 

Ketua sekaligus Korlap Gema Tara, Edi Santoso mengatakan, pihaknya mendatangi kantor kelurahan untuk menuntut dana kompensasi MoU atau kerjasama pembuangan sampah dengan Kota Tangsel. 

Baca Juga: Serahkan Beasiswa PIP di SDN Tamansari II, Sanuji: Uangnya Bukan Untuk Belanja di Mal

Sebab, mereka merasa Pemkot Serang hanya mengumbar janji-janji surga semata kepada masyarakat.

 

"Lah iya kan sekarang kan nilainya besar. Yang jelas kita sudah jelas sesuai tuntutan 50 persen dari dana MoU kerjasama sampah dengan Tangsel tolong digunakan untuk masyarakat Taktakan. Itu sudah jelas 30 persen untuk Kelurahan Cilowong, 20 persen untuk Taktakan, dan 50 persen silakan dibagi-bagi untuk orang Kota Serang," ujar Edi, ditemui di sela-sela aksinya.

 

Edi Santoso menegaskan, pihaknya akan menyeterilkan Jalan Raya Taktakan tepatnya di Lingkungan Jakung, Kelurahan Cilowong, dari kendaraan-kendaraan truk bermuatan sampah yang akan membuang sampah ke TPSA Cilowong.

Baca Juga: Sukses Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Penurunan Kasus Covid-19 Bukti Tepatnya Kebijakan dan Program Pemerintah

"Ya diblok. Semalam juga kita suruh putar balik lagi. Semua bukan hanya mobil angkutan sampah dari Tangsel aja, dari Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Provinsi juga kita suruh putar balik lagi," tegas dia.

 

Edi Santoso mengaku warga sudah sangat legowo terhadap Pemkot Serang dengan mengizinkan kendaraan-kendaraan truk bermuatan sampah melintas di lingkungannya.

 

"Kita orang Taktakan kurang toleransi bagaimana, kenapa kita coba seterilkan jalan Raya Taktakan, kita pengen coba daerah mana yang mau dikirim sampah," ucapnya.

Baca Juga: Jurusan Teknik Sipil Untirta Terapkan Inovasi Rainwater Harvesting, Begini Cara Kerjanya

"Hanya orang Cilowong yang hatinya masih legowo. Makanya ayo kita buktikan. Silakan mobil angkutan sampah lewat jalan 45 silakan kita buktikan saja, yang jelas kita khususnya di Lingkungan Jakung Raya ini di Jalan Raya Taktakan kita mau seterilkan," tegas Edi.

 

Bahkan, masih kata Edi Santoso, pihaknya akan membuat pos jaga 24 jam di setiap titik di sepanjang Jalan Raya Taktakan. Hal itu dilakukan untuk menyeterilkan kendaraan-kendaraan truk bermuatan sampah.

 

"Ya pokoknya sampai Pak Walikota memenuhi janji-janjinya," tandasnya. 

Baca Juga: Sambal Penyet Jadi Favorit di Waroeng Cobek Khas Surabaya

Berdasarkan pantauan Bantenraya.com dalam aksinya warga pun membubuhkan tandatangan sebagai bentuk penolakan dan pemasangan spanduk berbunyi sindiran kepada Pemkot Serang di sepanjang Jalan Raya Taktakan tepatnya di Jakung. ***

Halaman:
1
2
3

Editor: Rahmat Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkot Serang Bangun UDD PMI Kota Serang Tahun Depan

Kamis, 20 Januari 2022 | 21:06 WIB

Penerimaan Kanwil DJP Banten Lampaui Target

Rabu, 19 Januari 2022 | 13:03 WIB
X