• Rabu, 19 Januari 2022

Sentil Pemkot Serang Soal Tempat Hiburan Malam dan Peredaran Miras, FSPP: Kota Serang Katanya Madani tapi....

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 07:02 WIB
Para kiai yang tergabung dalam FSPP Kota Serang menghadiri acara halaqoh ulama dan umara tingkat Kota Serang di Hotel Dwiza, Kelurahan Banjasari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa 19 Oktober 2021. Mereka menyoroti masih maraknya tempat hiburan malam dan peredaran miras di Kota Serang. (Harir Baldan/Bantenraya.com)
Para kiai yang tergabung dalam FSPP Kota Serang menghadiri acara halaqoh ulama dan umara tingkat Kota Serang di Hotel Dwiza, Kelurahan Banjasari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa 19 Oktober 2021. Mereka menyoroti masih maraknya tempat hiburan malam dan peredaran miras di Kota Serang. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM - Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Serang menyoroti tempat hiburan malam dan peredaran minuman keras (miras) yang ada di Kota Serang.

Mereka menilai hal itu menjadi permasalahan kota, ulama dan santri di kota tersebut, sehingga harus dibersihkan lantaran tidak sesuai dengan julukan Kota Serang yakni Kota Madani.

Sentilan ini diungkapkan Ketua Presidium FSPP Kota Serang KH. Enting Abdul Karim usai menghadiri acara halaqoh ulama dan umara Kota Serang yang digelar di Hotel Dwiza, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa 19 Oktober 2021.

Baca Juga: Rangkuman Liga Champions Tadi Malam: Real Madrid dan Manchester City Pesta Gol, AC Milan Kembali Keok

KH. Enting mengatakan, banyak permasalahan yang dibahas terkait dengan Kota Serang ke depan. Terutama masalah menumpuknya tempat hiburan malam dan miras yang ada di Kota Serang.

Menurut Enting, permasalahan ini juga bukan hanya menjadi persoalan Kota Serang tapi juga para ulama, dan para santri di Kota Serang.

"Ini juga harus dibersihkan. Kita ngaku diri sebagai Kota Madani tapi ternyata Kota Madani penuh dengan dunia maksiat," ujar Enting, kepada Bantenraya.com.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Panik Menurut dr Zaidul Akbar

Menurut Enting, Kota Serang punya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2010 tentang penyakit masyarakat (Pekat). Kemudian juga Perda tentang pengelolaan usaha kepariwisataan (PUK).

"Itu juga harusnya penerapan itu," katanya.

Para ulama dan santri, kata Enting, meminta penegakkan hukum Perda Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pekat dan Perda PUK in betul-betul dilaksanakan.

Baca Juga: Nikita Mirzani Ungkap Rachel Vennya Kabur dari Karantina Tidak Cuma Sekali

Pemkot Serang harus menggandeng semua unsur Muspida Kota Serang.

Baik itu Polres Serang Kota, Kodim Serang, dan Kejari, agar tempat hiburan dan peredaran miras tidak ada karena itu menyalahi aturan.

"Jadi pak walikota harus tegas dalam hal itu. Harus tidak ada di Kota Serang," tegas Enting.

Baca Juga: Sambut Hut Partai Golkar ke-57, Airlangga Hartarto Ajak Kader Mengenang Jasa Pahlawan

"Karena peredaran miras saja dibatasi. Tidak boleh ada miras di hotel bintang empat. Kota Serang belum ada hotel bintang empat," terangnya.

Pihaknya mengaku sudah mencoba namun adanya Pandemi Covid-19 membuat upaya itu terhambat.

Pasca Covid-19 ini, pihaknya berharap walikota dan seluruh jajarannya mulai bergerak.

Baca Juga: Rans FC Tundukan Badak Lampung, Tarik El Janaby Selamatkan Muka Raffi Ahmad

"Kemarin kita sudah audiensi dengan pak wali permasalahan ini harus segera diselesaikan," tuturnya.

"Di Lingkar Selatan, Kota Cilegon, saya denger itu akan dibereskan nanti hari Kamis besok. Maka kota Serang juga harus diikuti. Karena ini juga bagian dari Banten," harap Enting. ***

Halaman:
1
2
3

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penerimaan Kanwil DJP Banten Lampaui Target

Rabu, 19 Januari 2022 | 13:03 WIB

Rp4 Miliar untuk Bangun Kantor Dinsos Kota Serang

Senin, 17 Januari 2022 | 08:40 WIB

Tawuran di Kota Serang, Seorang Pelajar Tewas

Kamis, 13 Januari 2022 | 21:45 WIB
X