• Selasa, 30 November 2021

Sentil Pemkot Serang Soal Tempat Hiburan Malam dan Peredaran Miras, FSPP: Kota Serang Katanya Madani tapi....

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 07:02 WIB
Para kiai yang tergabung dalam FSPP Kota Serang menghadiri acara halaqoh ulama dan umara tingkat Kota Serang di Hotel Dwiza, Kelurahan Banjasari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa 19 Oktober 2021. Mereka menyoroti masih maraknya tempat hiburan malam dan peredaran miras di Kota Serang. (Harir Baldan/Bantenraya.com)
Para kiai yang tergabung dalam FSPP Kota Serang menghadiri acara halaqoh ulama dan umara tingkat Kota Serang di Hotel Dwiza, Kelurahan Banjasari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa 19 Oktober 2021. Mereka menyoroti masih maraknya tempat hiburan malam dan peredaran miras di Kota Serang. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM - Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Serang menyoroti tempat hiburan malam dan peredaran minuman keras (miras) yang ada di Kota Serang.

Mereka menilai hal itu menjadi permasalahan kota, ulama dan santri di kota tersebut, sehingga harus dibersihkan lantaran tidak sesuai dengan julukan Kota Serang yakni Kota Madani.

Sentilan ini diungkapkan Ketua Presidium FSPP Kota Serang KH. Enting Abdul Karim usai menghadiri acara halaqoh ulama dan umara Kota Serang yang digelar di Hotel Dwiza, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa 19 Oktober 2021.

Baca Juga: Rangkuman Liga Champions Tadi Malam: Real Madrid dan Manchester City Pesta Gol, AC Milan Kembali Keok

KH. Enting mengatakan, banyak permasalahan yang dibahas terkait dengan Kota Serang ke depan. Terutama masalah menumpuknya tempat hiburan malam dan miras yang ada di Kota Serang.

Menurut Enting, permasalahan ini juga bukan hanya menjadi persoalan Kota Serang tapi juga para ulama, dan para santri di Kota Serang.

"Ini juga harus dibersihkan. Kita ngaku diri sebagai Kota Madani tapi ternyata Kota Madani penuh dengan dunia maksiat," ujar Enting, kepada Bantenraya.com.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Panik Menurut dr Zaidul Akbar

Menurut Enting, Kota Serang punya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2010 tentang penyakit masyarakat (Pekat). Kemudian juga Perda tentang pengelolaan usaha kepariwisataan (PUK).

"Itu juga harusnya penerapan itu," katanya.

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pandemi Hantam Pelaku Jasa Konstruksi di Banten

Senin, 29 November 2021 | 19:30 WIB

Pengembang Perumahan Wajib Sediakan Tempat Sampah

Senin, 29 November 2021 | 11:02 WIB

LKRA Selesai, Lingkungan Kemang RT 02 Kotor Lagi

Sabtu, 27 November 2021 | 19:55 WIB

Kota Serang Kekurangan 2.000 Tenaga Guru

Kamis, 25 November 2021 | 14:45 WIB
X