• Senin, 8 Agustus 2022

Peringati HUT Ke-59 UIN SMH Banten, BEM Tanam 2.000 Pohon 

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:10 WIB
Pembukaan UIN Banten Festival (UBF) yang akan digelar 18-23 Oktober 2021 yang dilakukan Dema Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten. Festival ini digelar dalam rangka peringatan ulang tahun ke-59 UIN SMH Banten. (Dema UIN SMH Banten)
Pembukaan UIN Banten Festival (UBF) yang akan digelar 18-23 Oktober 2021 yang dilakukan Dema Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten. Festival ini digelar dalam rangka peringatan ulang tahun ke-59 UIN SMH Banten. (Dema UIN SMH Banten)

BANTENRAYA.COM - Memperingati hari ulang tahun ke-59 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Badan Eksekutif Mahasiswa atau Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Banten akan menanam 1.000 pohon. 

Pohon-pohon itu akan ditanam di area bekas galian di gunung sebagai usaha melakukan reboisasi atau pemulihan gunung akibat penebangan pohon yang merusak alam. 

Penanaman 1.000 pohon itu merupakan rangkaian kegiatan UIN Banten Festival (UBF) yang akan digelar 18-23 Oktober 2021. 

Baca Juga: Buat yang Bernama Muhammad Atau Ahmad, Gratis Soto Boyolali Hari Ini Sampai Besok

Ketua Pelaksanaan M. Syaekhuna menyampaikan, dalam melaksanakan kegiatan reboisasi itu mahasiswa akan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten. 

"Sebanyak 2000 bibit pohon yang akan kami tanam di dua tempat, yaitu Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak," ujarnya, Selasa, 19 Oktober 2021. 

Penanaman pohon di Kabupaten Serang tepatnya akan dilakukan di Desa Batu Kuwung, Kecamatan Padarincang.

Baca Juga: Mantan Kepala UPT Samsat Malingping Provinsi Banten Dituntut 7 Tahun Penjara  

Lokasi ini dipilih karena merupakan bekas galian mega proyek geothermal yang memakan banyak lahan. 

Awalnya daerah itu merupakan hutan dan banyak pepohonan namun digusur dan sekarang terbengkalai. Karena itu, mahasiswa menginisiasi melakukan reboisasi untuk penghijauan di sana supaya mengembalikan ekosistem yang ada di sana. 

"Juga untuk mengantisipasi terjadinya bencana lain kayak longsor dan sebagainya. Itu sih urgensinya," kata Syaekhuna. 

Untuk di Lebak, titik lokasinya adalah di Kecamatan Leuwidamar yang berdekatan dengan Baduy. Daerah ini memang bukan lahan gundul namun ada perkebunan sawit. 

Baca Juga: Sedang Bertanding, Ini Jadwal Bulutangkis Hari ini: Victor Denmrak Open Berikut Link Live Streaming Gratis

Sebagaimana diketahui pohon sawit sangat rakus akan air sehingga warga di sana kesulitan mendapatkan air. 

Dengan penanaman pohon ini diharapkan air bisa lebih lama ditahan oleh pepohonan sehingga warga tidak lagi kesulitan air. 

"Di sana air tanah itu memang agak sedikit terganggu makanya kita ingin menanam atau reboisasi pohon-pohon yang memang bisa mengikat air di daerah sana itu inisiasi kalau yang untuk di Lebak," katanya. 

Baca Juga: Draf Rakerda Bocor, PAN Cilegon Pastikan Jadi Oposisi Helldy dan Sanuji

Presma UIN SMH Banten Faiz Naufal Alfarisi mengungkapkan, hari ulang tahun merupakan  waktu untuk melihat kekurangan-kekurangan agar dapat dilakukan peningkatan di masa yang akan datang. 

"Semoga saja dari beberapa agenda dapat dikembangkan kembali, untuk meningkatkan kualitas kampus, baik dalam dunia akademik dan juga non akademik," ujarnya. ***

Halaman:
1
2
3

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10 Tahun Tunggak Pajak, SPPT PBB-P2 Diblokir

Senin, 25 April 2022 | 22:21 WIB

Sepakbola Target Meraih Medali Emas Porprov VI

Kamis, 31 Maret 2022 | 21:57 WIB
X