• Senin, 17 Januari 2022

Diduga Korupsi Dana Desa Selama Tiga Tahun, Mantan Kepala Desa Kepandean di Kabupaten Serang Ditahan

- Senin, 18 Oktober 2021 | 20:00 WIB
Ilustrasi Korupsi. Mantan Kepala Desa Kepandean, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang ditahan dalam kasus dugaan korupsi dana desa.  (Sajinka 2/Pixabay.com)
Ilustrasi Korupsi. Mantan Kepala Desa Kepandean, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang ditahan dalam kasus dugaan korupsi dana desa. (Sajinka 2/Pixabay.com)

BANTENRAYA.COM - Mantan Kepala Desa Kepandean, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang berinisial YS ditangkap Satuan Reskrim Polres Serang atas dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dana desa tahun anggaran 2016, 2017, dan 2018, dengan dugaan kerugian negara Rp600 juta.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, YS diduga telah melakukan pekerjaan fiktif proyek betonisasi jalan.

Selain itu, ditemukan adanya proyek Tembok Penahan Tanah (TPT), paving blok yang tidak sesuai dengan rencana anggaran dasar (RAB) serta kekurangan volume.

Baca Juga: Bandar Judi Togel Online Hongkong dan Singapura Diciduk di Cikande

Tersangka juga diduga telah melakukan penggelapan pajak.

Kepolisian sendiri telah menetapkan tersangka sejak 2020 lalu.

Namun tersangka selalu mangkir dari panggilan kepolisian.

Baca Juga: Lanjutan Liga 2 Senin 18 Oktober 2021, Perserang Takluk dari Persekat Tegal 1-3

Bahkan penyidik juga kehilangan jejak pelaku yang diduga melarikan diri ke luar daerah di Provinsi Banten.

Pada Minggu 17 Oktober 2021, petugas akhirnya berhasil menangkap pelaku di Desa Kepandean.

Kasatreskrim Polres Serang AKP David Adhi Kusuma membenarkan adanya penangkapan terhadap tersangka YS, mantan Kepala Desa Kepandean Kecamatan Ciruas, periode 2012 sampai 2018 atas dugaan tindak pidana korupsi.

Baca Juga: Aturan PPKM yang Baru, Anak-Anak Boleh Nonton di Bioskop dan Masuk Tempat Wisata

"Dugaan korupsi anggaran dana desa, bagi hasil pajak daerah dan bagi hasil retribusi daerah. Kerugiannya Rp600 juta," katanya kepada Banten Raya, Senin 18 Oktober 2021.

David mengungkapkan tersangka YS tidak dapat mempertanggung jawabkan penggunaan dana desa tahun 2016, 2017 dan 2018 sebagai Kepala Desa.

Setelah mendapatkan hasil audit, mantan kades tersebut ditetapkan tersangka sejak 2020 lalu.

“Saat ini sudah kita tahan, dan masih dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka," ungkapnya.

Baca Juga: Atlet Lebak Peraih Medali di PON Kebanjiran Bonus, Nida Kantongi Rp105 Juta

David menegaskan tersangka akan dijerat denban pasal 2 ayat (1) Jo pasal 3 Jo pasal 18 Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-undang RI nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi.

"Untuk berkas sedang kita lengkapi, sebelum kita limpahkan ke Kejaksaan," tegasnya. ***

Halaman:
1
2
3

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Al-Khairiyah Umumkan Daftar Nama Pengurus 2021-2026

Minggu, 16 Januari 2022 | 10:54 WIB
X