• Jumat, 28 Januari 2022

Bangun Ekonomi Pedesaan, Dinkop Banten Bina Koperasi Konsumen

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:26 WIB
Dinkop UMKM Banten memberikan pembinaan bagaimana mengelola lembaga keuangan mikro berbasis koperasi agar mampu menggerakkan ekonomi pedesaan, Jumat 16 Oktober 2021. (Dinkop UMKM Banten Untuk Banten Raya)
Dinkop UMKM Banten memberikan pembinaan bagaimana mengelola lembaga keuangan mikro berbasis koperasi agar mampu menggerakkan ekonomi pedesaan, Jumat 16 Oktober 2021. (Dinkop UMKM Banten Untuk Banten Raya)

BANTENRAYA.COM - Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten terus berupaya membangun perekonomian desa melalui pembinaan Koperasi Konsumen yang ada di lingkungan pedesaan di Banten. 

Dinkop UMKM Banten memberikan pembinaan bagaimana mengelola lembaga keuangan mikro berbasis koperasi agar mampu menggerakkan ekonomi pedesaan. 

Baru-baru ini, Dinkop dan UKM Provinsi Banten memberikan pembinaan kepada Koperasi Konsumen Pamatang Kembang Mandiri (Kopmen PMK) di Kampung Cinyurup, Desa Juhut, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang. 

Baca Juga: Yuk Donor Darah, Ini Manfaatnya Bagi Kesehatan

Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Arief Rachman mengatakan, pembinaan itu bertujuan agar masyarakat mampu menggerakan ekonomi pedesaan khususnya warga Desa Juhut yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani penggarap kebun. 

"Kopmen PMK akan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat," kata Arief Rachman usai melantik pengurus dan Pengawas Kopmen PMK mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten di Aula SD Negeri Juhut, Jumat 16 Oktober 2021. 

Dalam kesempatan tersebut Arief juga menggandeng pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten untuk mengajak masyarakat Desa Juhut bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan agar mendapatkan jaminan sakit akibat kecelakaan kerja, jaminan kematian, beasiswa bagi ahli waris dan lainnya. 

Baca Juga: Bola Api di Malam Sebelum Pencoblosan Pilkades Terekam Video Warga, Adu Kekuatan Calon Kades?

Menurutnya, untuk pengelolaan BPJS bisa dikoordinir oleh koperasi dengan biaya hanya Rp16 ribu per orang per bulan. 

Pada acara pelantikan tersebut juga hadir perwakilan Kantor Pos Pandeglang yang siap bermitra dengan koperasi dalam melayani pembayaran BPJS, pembelian token listrik, pulsa HP, pengiriman uang, pengiriman Ubi Sente dari Juhut ke Pabrikan di Jakarta, Bogor Tangerang, Bekasi, dan Depok. 

Kantor Pos Pandeglang dan BPJS Kesehatan itu sendiri di acara itu telah menyepakati kerjasama kemitraan dengan Kopmen PKM. 

Baca Juga: Ada 13 Kejadian Gempa Bumi di Banten Dalam Sepekan Terakhir, Ada yang Merasakan?

Lebih lanjut Arief Rachman  mengemukakan, untuk mengembangkan Kopmen PKM, Perhutani Banten juga siap bekerjasama dengan menyiapkan lahan seluas 50 hektar di daerah Juhut untuk ditanami Ubi Sente. 

Kerja sama tersebut bisa meluas hingga ke lahan Perhutani yang ada di kecamatan lain di Kabupaten Pandeglang, Lebak, Kabupaten Serang, dan Tangerang. 

Sementara itu Ketua Kopmen PMK Hendra Pranova usai dilantik bersama Fikri Firdaus sebagai Ketua Pengawas Kopmen PMK  menjelaskan, masyarakat yang sudah menjadi anggota Kopmen PKM, sudah dilatih cara membuat kripik Ubi Sente dengan beraneka rasa, sehingga di daerah Juhut sudah tumbuh sentra-sentra Home Industri Kripik Uni Sente. 

Baca Juga: Kiprah Pebulutangkis Indonesia di Piala Thomas Diabadikan Dalam Prangko Indonesia

Kripik tersebut, kata Hendra, sudah mempunyai kemasan, packaging, dan labelling yang bagus. Tinggal difasilitasi sertifikasi halalnya. 

"Mudah-mudahan Pemerintah Daerah Provinsi Banten atau Kabupaten Pandeglang dapat memfasilitasinya. Kripik ini sudah dijual ke beberapa toko ritel, warung-warung besar, dan toko koperasi seProvinsi Banten," ucap Hendra. 

Menurut Ketua Pengawas Kopmen PKM Fikri Firdaus yang juga ASN di Kesbang Kabupaten Pandeglang bahwa Kopmen PKM sudah memasok kebutuhan pabrikan, yaitu ke PT Maxim di Bekasi sebanyak 10 Ton Ubi Sente per minggu, juga beberapa pabrik di Depok dan Bogor. 

Baca Juga: Truk dan Tronton Dilarang Masuk Jalan Menuju Rangkasbitung, Ini Alasannya

"Semua produk pabrikan ini diekspor ke luar negeri terutama ke Jepang," ujar Fikri. 

Turut hadir pada acara tersebut tokoh masyarakat, Alim Ulama, tokoh pemuda dan Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) serta beberapa pejabat dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten. (adv) ***

Halaman:
1
2
3

Editor: Rahmat Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemprov Banten Serahkan LKPD TA 2021 Lebih Awal

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:00 WIB

BAZNAS Banten Raih Dua Award Sekaligus

Senin, 17 Januari 2022 | 15:52 WIB

Kemenggelembungan Silpa Banten

Jumat, 14 Januari 2022 | 11:16 WIB
X