• Kamis, 9 Desember 2021

Santri Minta Arab Pegon Digunakan di Fasilitas Umum

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:40 WIB
Para pembicara saat acara webinar aksara Pegon dengan tema Napak Tilas Aksara Pegon di Banten di Cafe Umakite, Kota Serang, Sabtu, 16 Oktober 2021. (M Tohir/ Banten Raya)
Para pembicara saat acara webinar aksara Pegon dengan tema Napak Tilas Aksara Pegon di Banten di Cafe Umakite, Kota Serang, Sabtu, 16 Oktober 2021. (M Tohir/ Banten Raya)

BANTENRAYA.COM - Solihan, santri Madarijul Ulum Kota Serang, mendesak Pemerintah Kota Serang dan Pemprov Banten supaya kalimat atau tulisan di tempat wisata, ziarah, dan pemerintahan menggunakan tulisan Arab Pegon. Hal ini agar Arab Pegon tetap lestari. 

 "Kami berharap Arab Pegon dimasukan mata pelajaran mulok di sekolah-sekolah. Supaya Arab Pegon tetap lestari," ujar dia saat acara webinar aksara Pegon dengan tema Napak Tilas Aksara Pegon di Banten di Cafe  Umakite, Kota Serang, Sabtu, 16 Oktober 2021. 

 Untuk diketahui, ketika agama Islam makin meluas penganutnya di Nusantara, penggunaan aksara Arab Pegon yang merupakan aksara dasar pada kitab suci agama Islam, yaitu Al Qur'an.

Baca Juga: Menko Airlangga : Komitmen Pemerintah Dalam Mendorong Ekspor Akan Terus Ditingkatkan

Kemudian diterapkan oleh beberapa ulama besar nusantara untuk digunakan sebagai sarana menuliskan bahasa-bahasa asli nusantara, seperti bahasa Sunda, Jawa dan Madura untuk berbagai keperluan saat itu. 

 Peninggalan tersebut masih tersimpan di berbagai lembaga pesantren dan pihak-pihak yang banyak menggunakannya waktu itu.  

 Makky, pengurus Kenadziran Banten, mengaku miris melihat kondisi upaya pelestarian Arab Pegon di Provinsi Banten. Padahal kesultanan Banten mengunakan Arab Pegon dalam literasinya. 

Baca Juga: Cuitan Polisi Bisa Diganti Satpam Bank Trending di Twitter

"Secara otomatis Arab Pegon  akan hilang  tergerus zaman. Harapan saya sangat ingin pemerintah ikut campur fokus terhadap Arab Pegon dan  memfasilitasi orang-orang yang berjuang agar Arab Pegon ini diakui UNESCO," ujar dia 

 Ahmad  Ginanjar Syaban, peneliti Arab Pegon Nusantara, yang merupakan dosen  UNUSIA Jakarta, mengatakan, akdara Arab Pegon adalah warisan leluhur Nusantara sejak ratusan tahun lalu. 

Halaman:

Editor: Rahmat Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Brak, Rumah Pasangan Lansia Ambruk di Kota Serang

Rabu, 8 Desember 2021 | 21:50 WIB

KPU Mulai Data Pemilih Non-KTP El

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:05 WIB
X