• Sabtu, 23 Oktober 2021

GEMA MA Banten Prihatin Tindakan Represif Polisi Saat Demo HUT Kabupaten Tangerang, Oknum Polisi Minta Maaf

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:57 WIB
Sekretaris GEMA MA Banten Irwandi Suherman prihatin atas aksi represif Polisi pada saat mengamankan aksi unjuk rasa HUT Kabupaten Tangerang (bantenraya)
Sekretaris GEMA MA Banten Irwandi Suherman prihatin atas aksi represif Polisi pada saat mengamankan aksi unjuk rasa HUT Kabupaten Tangerang (bantenraya)

BANTENRAYA.COM  - Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Muda Mathla'ul Anwar (DPW GEMA MA) Provinsi Banten prihatin atas terjadinya tindakan represif oknum Polisi kepada mahasiswa.

Peristiwa terjadi saat mahasiswa Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA) demo dalam menyambut Ulang Tahun Kabupaten Tangerang Rabu 13 Oktober 2021.

Dalam kasus ini oknum Polisi yang melakukan kekerasan terhadap mahasiswa  telah meminta maaf kepada korban dan keluarganya.

Baca Juga: Ini Cara dr Zaidul Akbar Sindir Perokok, Makanan Jin sampai Bilang Belum Tua Mati

 "Aksi rekan rekan Mahasiswa HIMATA Banten Raya yang melakukan aksi kemarin seharusnya tidak mesti disikapi dengan cara berlebihan apalagi represif," kata Irwandi, Sekretaris DPW GEMA MA dalam rilisnya, Kamis 14 Oktober 2021.

Suara peduli para mahasiswa lanjut Irwandi, adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab intelektual mereka atas banyaknya persoalan dan pekerjaan rumah Kabupaten Tangerang.

 "Dimana sebagai daerah penyangga ibukota tapi masih banyak ketertinggalan baik infrastruktur juga kesejahteraan warganya," tegas Irwandi.

 Baca Juga: Ambulan Bermuatan Vaksin Milik Dinkes Banten Terjatuh ke Jurang Sedalam 10 Meter

Irwandi juga menyayangkan tindakan oknum polisi yang melakukan kekerasan fisik terhadap seorang demonstran kemarin, karena menurutnya tidak hanya merugikan sang korban, tapi juga mencoreng nama baik institusi polri, dimana Polri dengan tagline Presisi terus membangun kerja kepolisian yang humanis, professional dan terukur.

"Peristiwa tersebut tentu menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan damai dan tidak provokatif, dan aparat yang bertugas mengawal aksi semaksimal mungkin melakukan tindakan yang persuasif dan nir kekerasan", tutup Irwandi. ***

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X