• Kamis, 9 Desember 2021

14 Pengacara Dampingi Perempuan Korban Pelecehan Seksual Oknum Ketua Presma Untirta

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:30 WIB
Tim pengacara korban dugaan pelecehan seksual oknum Presma Untirta saat memberikan keterangan pers usai membuat laporan (Satibi/Bantenraya)
Tim pengacara korban dugaan pelecehan seksual oknum Presma Untirta saat memberikan keterangan pers usai membuat laporan (Satibi/Bantenraya)

BANTENRAYA.COM – Ada 14 pengacara yang akan damping V, korban dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum Presiden Mahasiswa (Presma) Untirta.

Para pengacara ini sebagian sudah hadir saat V menjalani pemeriksaan di Polresta Serang 13 Oktober 2021 malam.

Rizky Arifianto, Koordinator Pengacara LBH Rakyat Banten mengatakan, ia bersama dengan rekan-rekannya melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh presiden Presma Untirta berinisial KZ.

Baca Juga: Perempuan Korban Pelecehan Oknum Ketua Presma Untirta Datangi Polresta Serang

Ia mengaku ada beberapa pasal yang akan digunakan untuk menjerat pelaku.

“Prinsipnya laporan sudah diterima. Namun karena tidak ada (smalam) penyidik Polwan, maka laporan akan dilanjutkan Kamis 14 September 2021,” katanya.

Rizky menjelaskan, ada beberapa pasal yang akan dikenai oleh terduga pelecehan seksual yaitu Pasal 290 dan Pasal 281.

Masing-masing pasal akan menjerat pelaku dengan ancaman kurungan penjara diatas lima tahun.

Baca Juga: Desa Cibareno Lebak Kekeringan, BPBD Distribusikan Air Bersih

Baca Juga: Dengan Rp650 Ribu, Acaramu Dijamin Mewah

Dalam kesempatan itu, Rizky mengaku bahwa pihaknya berinisiatif untuk melakukan pendampingan hukum terhadap korban V.

Karena para pengacara ini sebagian besar adalah alumni Untirta juga memiliki rasa kepedulian sesame Untirta.

Untirta ini kampus yang sudah mulai terkenal dan besar, jangan sampai ada pelaku pelecehan seksual yang dilakukan oleh siapapun termasuk oleh para civitas, para dosen, staf dan lain sebagainya dibiarkan begitu saja,” ungkapnya.

Rizky juga mengakui sudah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga korban V dan menyerahkan kasus tersebut kepada pihak pengacara.

“Ada dugaan bahwa pelaku ini melakukan pelecehan seksual lebih dari satu korban, makanya kita melaporkan kasus tersebut ke pihak Kepolisian dengan harapan korban lainnya bernai untuk membuat laporan serupa,” ujarnya.

Baca Juga: Hasil Razia Satpol PP Kota Cilegon Tadi Malam, Banyak Kios Jamu Jual Miras

Namun hal yang tidak kalah pentingnya, lanjutnya, adalah melakukan pendmapingan untuk memilihkan korban secara psikolog.

Terkait jeda waktu yang panjang antara peristiwa dengan laporan, Rizky mengaku bahwa butuh proses yang panjang untuk bisa memberikan keberanian kepada korban V agar bisa melaporkan peristiwa dugaan pelecehan seksual tersebut kepada pihak Kepolisian.

Tidak hanya itu, katanya, Korban V juga butuh proses pemulihan atau melakukan trauma healing. Saat ini, pihaknya bersama BEM Untirta akan terus mengawal poses ini hingga selesai.

“Kami berharap korban lainnya berani untuk membuat laporan, sehingga kampus Untirta ramah terhadap perempuan,” tegasnya.

Baca Juga: Raih Kemenangan Pertamanya di Thomas Cup, Ginting Merasa Girang

Di lokasi yang sama, Wakil Presma Untirta Attabieq Fahmi menyampaikan bahwa pihak Rektorat sudah menawarkan untuk memberikan bantuan hukum dan psikolog.

“Pihak Rektorat sudah menawarkan bantuan hukum dan psikolog, namun para alumni lebih cepat untuk menjemput bola melakukan pendampingan terhadap korban,” ucapnya. ***

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Brak, Rumah Pasangan Lansia Ambruk di Kota Serang

Rabu, 8 Desember 2021 | 21:50 WIB

KPU Mulai Data Pemilih Non-KTP El

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:05 WIB
X