• Sabtu, 23 Oktober 2021

KPU akan Publikasikan Penetapan Dapil

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:27 WIB
Kepala Biro Teknis KPU RI Melgia Carolina Van Harling saat kunjungan kerja ke kantor KPU Kota Serang, Selasa 12 Oktober 2021. Hadir dalam kesempatan itu seluruh komisioner KPU Kota Serang beserta Plh Kasubag Teknis.  (KPU Kota Serang Untuk Banten Raya)
Kepala Biro Teknis KPU RI Melgia Carolina Van Harling saat kunjungan kerja ke kantor KPU Kota Serang, Selasa 12 Oktober 2021. Hadir dalam kesempatan itu seluruh komisioner KPU Kota Serang beserta Plh Kasubag Teknis. (KPU Kota Serang Untuk Banten Raya)

BANTENRAYA.COM- KPU RI tengah mengkaji peraturan mengenai daerah pemilihan (dapil) kabupaten kota untuk Pemilu 2024. KPU merencanakan akan mempublikasikan desain dapil agar mendapat tanggapan masyarakat.

Demikian disampaikan Kepala Biro Teknis KPU RI Melgia Carolina Van Harling ketika melakukan kunjungan kerja ke kantor KPU Kota Serang, Selasa 12 Oktober 2021.

Melgia didampingi Kabag Tungsura dan Kasubag Dapil, hadir dalam acara itu seluruh komisioner KPU Kota Serang beserta Plh Kasubag Teknis.

Baca Juga: Bertugas dengan Pertaruhkan Nyawa, Anggota Tagana Cilegon Hanya Dapat Honor Rp250 Ribu per Bulan

“Tanggapan masyarakat atas dapil itu bisa disebut norma baru, karena tidak dilakukan saat Pemilu 2019 lalu,” kata Melgia.

Melgia mengungkapkan, tanggapan masyarakat terhadap penetapan dapil menjadi bagian dari uji publik. Pada penataan dapil Pemilu 2019 lalu, penetapan dapil langsung dilakukan uji publik, tanpa dipublikasikan terlebih dahulu.

Tujuan publikasi dapil ini adalah guna mendapat respons seluas-luasnya dari publik mengenai komposisi dan alokasi kursi dapil. Tanggapan masyarakat itu dapat dikaji dan dipertimbangkan oleh KPU kabupaten kota sepanjang memenuhi 7 prinsip penyusunan dapil yang diamanatkan oleh Pasal 185 Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

 Baca Juga: Gubernur Banten Buat Program Siniar, Namanya WH Podcast

“Ketujuh prinsip itu adalah kesetaraan nilai suara, ketaatan sistem pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integritas wilayah, berada dalam cakupan wilayah yang sama, kohesivitas, dan kesinambungan,” kata Melgia.

Tanggapan masyarakat atas dapil, kata Melgia, dapat berupa masukan, pertanyaan, atau penjelasan.

Dia mencontohkan, publik bisa saja bertanya kenapa alokasi kursi dapil X hanya 7, sementara alokasi kursi dapil Y ada 8. Atau publik memberikan masukan agar kecamatan tertentu digabung atau dipisah dari kecamatan lain dalam satu dapil.

Halaman:

Editor: Rahmat Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Serang Jaya FC Ditarget Lolos ke Liga 2

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 16:30 WIB

Setda Kota Serang Mulai Terapkan Peduli Lindungi

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 11:13 WIB

7 Hari Ada 22 Gempa Bumi di Banten

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:58 WIB

Terpilih Aklamasi, Bahrul Ulum Pimpin Kosgoro Banten

Jumat, 22 Oktober 2021 | 19:20 WIB
X