• Kamis, 21 Oktober 2021

SMPN 3 Serang Terapkan Barcode Aplikasi Peduli Lindungi, Dindikbud: Itu Inisiatif Sekolah. Boleh-boleh Saja

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:50 WIB
Wakil Walikota Serang Subadri saat memantau pelaksanaan PTM di SMPN 3 Kota Serang, Selasa, 12 Oktober 2021 (DONI KURNIAWAN/BANTEN RAYA)
Wakil Walikota Serang Subadri saat memantau pelaksanaan PTM di SMPN 3 Kota Serang, Selasa, 12 Oktober 2021 (DONI KURNIAWAN/BANTEN RAYA)

BANTENRAYA.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang tidak menginstruksikan kepada seluruh sekolah di Kota Serang baik SD maupun SMP untuk menerapkan barcode aplikasi Peduli Lindungi.

Dalam standar operasional prosedur (SOP) pembelajaran tatap muka (PTM), Dindikbud tidak mengeluarkan perintah terkait barcode aplikasi Peduli Lindungi.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Yayan Kosasih mengatakan, pihaknya tidak mengarahkan ataupun memerintahkan kepada seluruh sekolah untuk memasang barcode aplikasi Peduli Lindungi.

Baca Juga: Wakil Walikota Serang Subadri Kaget di Sekolah Ada Aplikasi Barcode Peduli Lindungi

"Kalau dari dinas pendidikan sebenarnya nggak ada. Nggak ngelihat. DiSOP kami juga nggak mengeluarkan terkait peduli lindungi. Mungkin itu inisiatif sekolah dan tidak salah juga sebenarnya," ujar Yayan, ditemui usai mendampingi Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin monitoring pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap kedua dan pembelajaran tatap muka (PTM) di SMPN 3 Serang, Kota Serang, Selasa 12 Oktober 2021.

Ia pun mengaku baru mengetahui bila SMPN 3 Serang telah menerapkan barcode peduli lindungi.

"Baru SMP 3, yang lain belum kayanya," katanya.

Baca Juga: Penasaran Dengan Calon Nama Anaknya Leslar, Ini Kata Rizki Billar

Kendati demikian, Dindikbud Kota Serang sangat mengapresiasi dengan terobosan yang dilakukan oleh SMPN 3 Serang. Sebab pemasangan barcode peduli lindungi bermanfaat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan lembaga sekolah yang saat ini tengah PTM.

"Bagus-bagus aja. Tapi tidak keharusan semua sekolah. SOPnya juga dari kementerian juga harus menerapkan dari sekolah. Nggak ada. Kalau menerapkan barcode boleh-boleh aja," jelasnya.**

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rp7 Miliar untuk Pembongkaran Masjid Agung Ats Tsauroh

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Rekomendasi KASN Turun, 21 Pejabat Harap-Harap Cemas

Senin, 18 Oktober 2021 | 10:28 WIB

70 Motor Harley Davidson Digeber di Kota Serang

Jumat, 15 Oktober 2021 | 12:50 WIB
X