Dzurriyat Kesultanan Banten Sebut Menteri BUMN Erick Thohir Keturunan Sultan Banten

- Minggu, 3 Oktober 2021 | 17:57 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir saat kunjungan kerja ke Banten, Jumat 1 Oktober 2021. (Rahmat Kurniawan Banten Raya)
Menteri BUMN Erick Thohir saat kunjungan kerja ke Banten, Jumat 1 Oktober 2021. (Rahmat Kurniawan Banten Raya)

BANTENRAYA.COM- Kunjungan kerja Menteri BUMN Erick Thohir ke Banten, Jumat 1 Oktober 2021 mengungkap hal mengejutkan. Dzurriyat Kesultanan Banten menyebut bahwa Erick Thohir adalah keturunan Sultan Banten.

Leluhur sang menteri di Tanah Banten secara tak sengaja terungkap ketika Erick Thohir menyempatkan diri salat Jumat dan berziarah ke Masjid Agung Banten Lama, Kesultanan Banten. Saat keluarga Erick Thohir di Lampung mengetahui dirinya sedang kunjungan kerja di Banten, pinisepuh keluarga memintanya untuk berziarah ke makam Kesultanan Banten.

Diskusi berkenaan silsilah Erick Thohir terungkap usai ziarah yang diikuti juga oleh masyarakat umum. Ketika itu, Erick mampir ke kediaman Ketua Umum Dewan Pembina Kasepuhan Kenadziran Kesultanan Banten KH Tb Ahmad Syadzili Washi. Di sana Erick Thohir bercerita bahwa leluhurnya berasal dari Gunung Sugih, Lampung. "Di sana ada kampung bernama Rumbih," kata Syadzili.

 Baca Juga: Hibur Masyarakat, Batalyon Mandala Yudha Buka Wahana Fun Game

Menurut Syadzili, ternyata Gunung Sugih, Lampung, memiliki sejarah tersendiri bagi keluarga keturunan Kesultanan Banten. Syadzili menjelaskan, ada sebuah kampung di dekat Gunung Sugih yang dibuka oleh Pangeran Ariya Dhillah yang memiliki julukan Pangeran Sangga Wulung Langlang Buana. "Sang pangeran yang membabat alas," kata Syadzili yang akrab disebut Abah Haji Li.


Syadzili menjelaskan, ketika itu Pangeran Ariya Dhillah ditugaskan oleh ayahandanya Sultan Maulana Hassanudin pergi ke barat untuk menyebarkan agama Islam. Ketika itu belum ada nama Lampung. Syadzili meneruskan, Pangeran Dhillah lalu pergi ke Sumatera dan berhenti ketika berjumpa sungai besar setelah melewati Gunung Sugih.

 

Pangeran dan pasukannya lalu tinggal untuk menetap sementara. Bahkan di sana, pangeran dan para anggota keluarga kerajaan juga menikah dengan penduduk setempat. "Tujuannya agar keturunan daerah tersebut memiliki 'jejeg' Banten alias darah Banten," kata Syadzili.
Salah satu yang terkenal adalah Pangeran Menggala yang berdarah Banten.

Baca Juga: Wakil Walikota Cilegon Touring Bareng Geng Motor Birokrat, Kerudung Istri Jadi Jimat Penutup Muka


Dari Gunung Sugih, Pangeran Ariya Dhillah melanjutkan perjalanan hingga ke Palembang, Sumatera Selatan. "Itulah sebabnya nama Ariya Dhillah juga akrab dan dihormati oleh masyarakat Sumatera Selatan," kata Ketua Umum DPP Generasi Muda Mathla'ul Anwar Ahmad Nawawi, yang turut serta berziarah dengan Erick Thohir, bersama Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar KH Embay Mulya Syarief, dan Komisaris PT Angkasapura II Tubagus Fiki C Satari.

Halaman:

Editor: Rahmat Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10 Tahun Tunggak Pajak, SPPT PBB-P2 Diblokir

Senin, 25 April 2022 | 22:21 WIB

Sepakbola Target Meraih Medali Emas Porprov VI

Kamis, 31 Maret 2022 | 21:57 WIB

BPBD Kota Serang Minta Perahu Karet Ditambah

Jumat, 4 Maret 2022 | 08:06 WIB
X