• Minggu, 23 Januari 2022

Soal Eksploitasi Anak, LPA Banten Minta Pelaku Ditangkap

- Kamis, 30 September 2021 | 16:10 WIB
Iip Syafrudin, Ketua LPA Provinsi Banten ( satibi/banten raya)
Iip Syafrudin, Ketua LPA Provinsi Banten ( satibi/banten raya)

BANTENRAYA- Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten meminta aparat penegak hukum, untuk melakukan tindakan tegas terhadap jaringaan eksploitasi anak yang terjadi di Tangerang Selatan beberapa waktu yang lalu.

Kepada Banten Raya, Iip Syafrudin, Ketua LPA Provinsi Banten menyampaikan, aksi pengecatan silver lalu kemudian diajak untuk mengemis, adalah salah satu modus pelaku dalam rangka mengeksploitasi anak.

Kata Iip, ancaman hukuman bagi pelaku sangat jelas dalam UU. Bahkan jika pelakunya adalah orangtua, wali atau pengasuh anak, maka ada penambahan hukuman yang diatur oleh UU, dan hak kuasa asuh dicabut atau dialihkan untuk sementara waktu.

Baca Juga: Tegur Anak yang Lakukan Kekeliruan Baiknya Berapa Lama, Ini Jawaban dr Aisyah Dahlan

Ia mengaku khawatir terhadap kondisi terkini. Bahkan jaringan para pelaku pengeksploitasi anak itu sudah menghilang dari daerah tersebut. Hal ini jelas mengindikasikan bahwa mereka sebenarnya menyadari dan ketakutan, karena merasa bersalah memperlakukan anak-anak dijadikan manusia silver.

“Kami mengharapkan atensi besar pada pemerintah terkhusus aparatur kepolisian, kejaksaan dan pengadilan, dengan segenap sumberdaya yang ada, agar berupaya maksimal dalam upaya mengungkap jaringan pengeksploitasi tersebut,” kata Iip, Kamis (30 September).

“Tangkap, proses dan hukum jaringan tersebut, agar menjadi informasi, pembelajaran dan terapi kejut bagi masyarakat, khususnya para pelaku, sehingga tidak lagi terjadi proses-proses pelanggaran dan pengkerdilan terhadap hak-hak anak di Indonesia,” sambung Iip.
Sisi lain, lanjut Iip, kepada pemerintah LPA Provinsi Banten mengingatkan kembali, tentang Deklarasi Pemerintah yang pernah dilakukan, yaitu Indonesia Bebas Anak Jalanan tahun 2017 lalu.

Baca Juga: Sandiaga Uno Borong Tas Buatan Disabilitas: Ini Untuk Souvenir Pimpinan Dunia Konferensi Tingkat Tinggi G20

“Dan akhirnya kita selaku warga masyarakat yang tentu saja perduli terhadap hak-hak anak, jangan abai terhadap kondisi-kondisi seperti kejadian tersebut. Jangan Permisif terhadap pelanggaran hak anak,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Iip juga mengajak kepada segenap masyarakat untuk tetap peduli terhadap kasus ini. Kawal sampai tuntas. Jangan sampai hilang dan menguap, karena seiring waktu lalu terlupakan.

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemprov Banten Serahkan LKPD TA 2021 Lebih Awal

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:00 WIB

BAZNAS Banten Raih Dua Award Sekaligus

Senin, 17 Januari 2022 | 15:52 WIB

Kemenggelembungan Silpa Banten

Jumat, 14 Januari 2022 | 11:16 WIB
X