• Selasa, 28 Juni 2022

Dana Rp1,5 Miliar Sudah Terkumpul dari Sumbangan ASN untuk HUT Banten

- Kamis, 30 September 2021 | 10:12 WIB
Ilustrasi sumbangan ASN untuk HUT Banten yang saat ini sudah terkumpul Ro1,5 miliar. (Pixabay/EmAji)
Ilustrasi sumbangan ASN untuk HUT Banten yang saat ini sudah terkumpul Ro1,5 miliar. (Pixabay/EmAji)
BANTENRAYA.COM  - Dana yang dikumpulkan Pemprov Banten dari para aparatur sipil negara (ASN) untuk memeriahkan HUT Banten atau hari jadi ke-21 Provinsi Banten sudah mencapai Rp1,5 miliar.
 
Total dana sumbangan ASN itu disampaikan Direktur Operasional PT Agro Banten Mandiri (ABM) Ilham Mustofa. 
 
“Dana (sumbangan ASN) yang masuk Rp1,5 miliar,” kata Mustofa kepada wartawan, Kamis 29 September 2021. 
 
 
Mustofa mengungkapkan, PT ABM ditunjuk oleh panitia HUT Banten sebagai penyedia sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat.
 
Adapaun uang untuk membeli sembako dikumpulkan dari para ASN yang ada di Provinsi Banten.
 
Sampai dengan kemarin, ia mengau sudah menyiapkan 10.000 paket sembako. Paket sembako akan berisi beras premium sebanyak 5 kg, gula premium 1 kg.
 
 
Kemudian, minyak 1 liter, terigu 1 kg, telur 12 butir, sarden 2 kaleng, wedang hangat 1 bungkus, dan ikan asin. 
 
“Per hari ini 10.000 paket yang mulai kami siapkan. Kami siapkan untuk 4 Oktober yang akan didistibusikan ke masyarakat umum,” ujarnya.
 
Penunjukkan PT ABM sebagai penyedia sembako dilakukan saat rapat persiapan HUT Banten.
 
 
Mustofa datang karena diundang dalam rapat HUT Provinsi Banten di Pendopo Gubernur dipimpin Plt Sekda Mukhtarom.
 
Hadir pula dalam kesempatan itu Asda III Pak Deni Hermawan selaku Ketua Panitia HUT Provinsi Banten. Saat itu dia ditanya mengenai kesiapan PT ABM dalam menyiapkan sembako. 
 
Mustofa mengungkapkan, semula sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya, semua hal akan dilakukan oleh dinas terkait.
 
 
Menurutnya, akan terlalu kerepotan jika kedinasan masih dibebankan dengan hal-hal di luar pekerjaan pokok dinas. Karena itu PT ABM ditunjuk sebagai penyedia sembako. 
 
“Kebetulan yang dibagikannya adalah pangan,” katanya.
 
Ia mengatakan adalah hal positif bila penyediaan sembako dilakukan oleh PT ABM. Sebab sembako yang akan diberikan kepada masyarakat adalah barang-barang premium secara kualitas.
 
 
Ia menyebutkan beras yang digunakan adalah beras premium, begitu juga dengan gula merupakan gula kualitas premium. 
 
“Jarang lho pembagian sembako dengan barang yang premium,” kata Mustofa. 
 
Mustofa mengatakan, seperti yang disampaikan dalam rapat, ini adalah sedekah dari ASN untuk membantu masyarakat di masa Covid-19.
 
 
Sampai saat ini belum diketahui akan ada berapa jumlah paket sembako yang harus disediakan sebab masih berjalan. 
 
“Ini masih on going, totalnya berapa paket sesuai dengan dana yang masuk,” tuturnya.
 
Sementara itu pengamat dari Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta) Ikhsan Ahmad menyindir, bila PT ABM mengelola dana sedekah sebaiknya bergabung dengan Baznas. Sebab yang mengelola dana sedekah adalah Baznas.  
 
 
"Secara tupoksi kelembagaan kan pengelolaan sedekah dan zakat itu ada di Baznas. Nah, kalau BUMD ABM ikut-ikutan mengelola dana itu, lebih baik merger saja sekalian," ujarnya. 
 
Menurut Ikhsan, opsi merger itu menjadi pilihan terbaik dari supaya kinerja BUMD itu terasa oleh masyarakat, terutama bagi masyarakat Banten yang termasuk golongan penerima zakat dan sedekah. 
 
"Itu kan lebih konkrit kinerjanya, bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Banten, dan Syukur-syukur bisa sampai membantu mengentaskan angka kemiskinan di Banten," sindirnya lagi. ***

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X