• Senin, 29 November 2021

Jelang Kebebasan Iman, Kalapas Kelas II A Serang: Tidak Boleh Ada Kerumunan

- Rabu, 22 September 2021 | 12:51 WIB
Iman Ariyadi
Iman Ariyadi

BANTENRAYA.COM - Menjelang kebebasan terpidana kasus suap Izin Amdal Transmart Tubagus Iman Ariyadi pada 23 September 2021, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Serang memastikan tidak ada kegiatan penyambutan dari simpatisan eks walikota Cilegon.

Kalapas Klas IIA Serang Heri Kusrita mengatakan dirinya sudah berkoordinasi dengan Iman Ariyadi, untuk tidak menggelar kegiatan di lapas, karena kondisi Covid 19.

"Yang pasti pak Iman hanya akan di sambut oleh keluarga saja. Kita sudah bilang karena kondisi masih pandemi," katanya kepada Bantenraya.com beberapa waktu lalu.

Heri menjelaskan Iman dan keluarga akan menggelar syukuran di Kota Cilegon.

Baca Juga: Mantan Walikota Cilegon Iman Ariyadi Bebas, Begini Kondisi Mantan Anak Buahnya yang Ikut Dipenjara

"Nanti kalau mau konfirmasi di Cilegon saja," jelasnya.

Untuk diketahui, Iman divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider tiga bulan ku­rungan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang yang diketuai Epiyanto.

Iman bersama dua terdakwa lainnya yakni Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Cilegon nonaktif Ahmad Dita Prawira dan politisi Partai Golkar Cilegon Hendri. Iman dinyatakan terbukti melakukan ko­rupsi sebagaimana dakwaan Pasal 12 huruf B Undang Undang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Tidak terima dengan putusan tersebut, Iman kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Banten. Namun putusan banding menguatkan putusan PN Serang.

Baca Juga: Bebas dari Penjara, Golkar Minta Iman Ariyadi Tetap Berkarir di Politik, Tapi Jangan di Cilegon

Kemudian, Iman kembali melakukan Peninjauan Kembali (PK) atas kasus yang menjeratnya ke Mahkamah Agung. Pada Agustus 2020, MA mengabulkan PK tersebut. Pada putusannya, MA mengurangi dua tahun masa hukuman mantan Wali Kota Cilegon itu, dari sebelumnya enam tahun menjadi empat tahun penjara dan denda sebesar Rp 250 juta.

Sebelumnya, KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus suap tersebut, yaitu Wali Kota Cilegon nonaktif Tubagus Iman Ariyadi, Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon Akhmad Dita Prawira, dan Hendri seorang wiraswasta.

Selanjutnya, Direktur Utama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon Tubagus Donny Sugihmukti, Legal Manager PT Krakatau Industrial Estate Cilegon Eka Wandoro, dan Project Manager PT Brantas Abipraya Bayu Dwinanto Utomo.

Baca Juga: Pernah Setia 2 Periode dengan Tb Iman Ariyadi, Ini Pendapat Ketua PAN Cilegon Alawi Mahmud Jelang Kebebasan

Tubagus Iman Ariyadi, Ahmad Dita Prawira, dan perantara penerima suap Hendry merupakan tersangka penerima suap. Sedangkan tersangka pemberi suap adalah adalah Abipraya Bayu Dwinanto Utomo, Tubagus Donny Sugihmukti, dan Eka Wandoro.

Dalam OTT terkait kasus tersebut KPK mengamankan uang tunai senilai Rp1,152 miliar, yaitu Rp800 juta berasal dari PT Brantas Abipraya (AB) dan Rp352 juta merupakan sisa uang Rp700 juta yang berasal dari PT KIEC.

Iman diketahui meminta Rp2,5 miliar, namun akhirnya disepakati sebesar Rp1,5 miliar dengan rincian Rp800 juta berasal dari PT AB dan Rp700 juta berasal dari PT KIEC yang ditransfer ke rekening Cilegon United Football Club, untuk menyamarkan penggunaan uang sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan alias corporate social responsibility (CSR). **

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

LKRA Selesai, Lingkungan Kemang RT 02 Kotor Lagi

Sabtu, 27 November 2021 | 19:55 WIB

Kota Serang Kekurangan 2.000 Tenaga Guru

Kamis, 25 November 2021 | 14:45 WIB

Viral, Pelajar SMA di Kota Serang Mesum di Tempat Umum

Selasa, 23 November 2021 | 21:28 WIB

SMKN 1 Kota Serang Deklarasikan Anti Perundungan

Selasa, 23 November 2021 | 07:27 WIB
X