• Kamis, 9 Desember 2021

Dijamin Aman, Pameran Temporer Museum Negeri Gunakan Terapkan Prokes Ketat

- Senin, 20 September 2021 | 10:53 WIB
Kepala Bidang Kebudayaan pada Dindikbud Banten Bara Hudaya menyampaikan sambutan dalam kegiatan pameran temporer di Museum Negeri Banten, Senin 20 Spetember 2021. Pelaksanan pameran dilakukan dengan menerapkan prokes ketat. (Satibi/Banten Raya)
Kepala Bidang Kebudayaan pada Dindikbud Banten Bara Hudaya menyampaikan sambutan dalam kegiatan pameran temporer di Museum Negeri Banten, Senin 20 Spetember 2021. Pelaksanan pameran dilakukan dengan menerapkan prokes ketat. (Satibi/Banten Raya)

BANTENRAYA.COM - Pameran temporer yang digelar Museum Negeri Banten pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dindikbud Banten dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan atau prokes secara ketat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan pada Dindikbud Banten Bara Hudaya di sela-sela pameran temporer dengan prokses.

Kepada Bantenraya.com Bara menyampaikan, kegiatan pameran temporer dibuka secara sederhana, sangat hati-hati dan memperhatikan prokes secara ketat.

Baca Juga: Inul Daratista Gelar Give Away, Aldi Taher dan Olla Ramlan 'Berebut'

Hal tersebut berdasarkan arahan Kepala Dindikbud Banten yang meminta setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh jajarannya harus memperhatikan prokes secara ketat. Termasuk kegiatan pameran Temporer ini.

“Alhamdulilah kegiatan berlajar mengajar dengan melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas selama tiga minggu berjalan lancar, dan tidak ada peserta didik yang terdampak Covid-19,” ujarnya, Senin 20 September 2021.

Ia menjelaskan, jika melihat nama kegiatan pameran temporer, maka artinya adalah pameran terpadu atau pameran bersama yang menampilkan karya-karya seni.

Baca Juga: Pasca Banjir, Banyak Tanah Warga di DAS Ciberang Abrasi

Untuk pameran temporer kali ini akan lebih banyak menampilkan koleksi batik dan koleksi milik Museum Negeri Banten.

Selain itu, kegiatan yang berlangsung selama satu pekan ini akan diisi sejumlah workshop batik cap dan batik tamarin.

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X