• Kamis, 21 Oktober 2021

Carut Marut Anyer, Kata PHRI Ibarat Pohon Buah Unggulan Tapi Dipenuhi Semak Belukar 

- Jumat, 17 September 2021 | 15:05 WIB
Para wisatawan sedang menikmati pantai di kawasan Anyer Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. (Rahmat Tanjung/Banten Raya)
Para wisatawan sedang menikmati pantai di kawasan Anyer Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. (Rahmat Tanjung/Banten Raya)

BANTENRAYA.COM - Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang mengibaratkan pariwisata Anyer Cinangka, Kabupaten Serang seperti pohon buah unggulan yang dipenuhi semak belukar. 

 Istilah itu disampaikan PHRI karena masih banyaknya keluhan dari para pengunjung terkait mahalnya tarif masuk ke pantai umum dan kebersihan di pantai-pantai umum sehingga yang muncul ke permukaan citra negatif terhadap pariwisata Anyer Cinangka. 

Padahal, pariwisata Anyer-Cinangka seperti pohon buah unggul yang menarik perhatian bagi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara untuk dikunjungi, namun dikelilingi oleh beberapa pantai umum yang kurang terkelola dengan baik. 

 Baca Juga: Ria Ricis Ternyata Sempat Tolak Cinta Teuku Ryan

Ketua BPC PHRI Kabupaten Serang Sukarjo mengatakan, adanya kritik terhadap pariwisata Anyer-Cinangka tidak terlepas dari pengelolaan manajemen pariwisata yang kurang maksimal. 

 "Para pengelola pantai umum itu kebanyakan yang mengelola masyarakat yang punya orang Jakarta dan mereka menyewa. Kemampuan mengelola manajemen wisata tidak semua orang punya ilmunya," ujar Sukarjo, Jumat 17 September 2021. 

 Baca Juga: Segera Bebas, Ini Total Kekayaan Mantan Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi

Pihaknya telah memberi masukan kepada Pemkab Serang terutama Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) agar para pengelola pantai umum dibina dan diberi pelatihan. 

 "Produk pariwisata kita itu ibaratnya buah unggul tapi tumbuh disemak belukar yang enggak terpelihara, rasanya enggak manis, yang menikmati rasa banyak yang komplain, tambah lagi enggak dipupuk sehingga menjadi kebun liar," katanya. 

Halaman:

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X