• Senin, 17 Januari 2022

Dampak Anak-anak Dilarang Masuk Mal, Toko Pakaian Anak Turun Omzet Hingga 70 Persen

- Jumat, 17 September 2021 | 10:06 WIB
Suasana salah satu sudut di Mall Of Serang (MOS), Kota Serang, Kamis 16 September 2021. MOS masih sepi masih pemerintah sudah memperbolehkan warganya ke supermarket. (Doni Kurniawan/Banten Raya)
Suasana salah satu sudut di Mall Of Serang (MOS), Kota Serang, Kamis 16 September 2021. MOS masih sepi masih pemerintah sudah memperbolehkan warganya ke supermarket. (Doni Kurniawan/Banten Raya)

BANTENRAYA.COM - Omzet para pedagang di Mal of Serang (MOS) Kota Serang menurun drastis. Penurunan omzet tersebut dampak dilarangnya anak-anak masuk kedalam mal. 

 

Belum lagi mulai sekarang pemerintah mulai memberlakukan penggunaan aplikasi barcode peduli lindungi bagi setiap customer (pelanggan) yang hendak berkunjung ke pusat perbelanjaan seperti mal. Alhasil kondisi tersebut membuat mal sepi pengunjung, dan mulai dirasakan dampaknya baik oleh pedagang.

 

Salah seorang karyawan tenan toko pakaian anak-anak Angela di lantai 2 MOS, Risnawati mengatakan, sejak tokonya mulai dioperasikan kembali pada Agustus 2021 ini, customer yang datang ke tokonya untuk membeli dagangannya mengalami penurunan cukup drastis.

Baca Juga: Sudah Kelar, Rektor Untirta Evaluasi Pelaksanaan PMB 2021

"Kadang sehari cuma satu orang yang beli dapat Rp100 ribu. Kemarin-kemarin bisa dapat Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu. Kadang sampe gak ada yang beli," keluh Risnawati kepada Bantenraya.com, Jumat 17 September 2021.

 

Ia mengungkapkan, lantaran pendapatan per harinya terus-terusan menurun, dirinya pun kehilangan pemasukan harian.

 

Halaman:

Editor: Rahmat Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Al-Khairiyah Umumkan Daftar Nama Pengurus 2021-2026

Minggu, 16 Januari 2022 | 10:54 WIB
X