• Sabtu, 25 September 2021

Dua Mayat yang Terapung di Perairan Gerem Cilegon Merupakan Nelayan Tanjung Peni

- Selasa, 14 September 2021 | 15:21 WIB
Jenazah nelayan Tanjung Peni yang ditemukan mengambang di Perairan Gerem, Kota Cilegon dievakuasi petugas.   (ainul gillang/banten raya)
Jenazah nelayan Tanjung Peni yang ditemukan mengambang di Perairan Gerem, Kota Cilegon dievakuasi petugas. (ainul gillang/banten raya)

BANTENRAYA.COM - Dua mayat yang ditemukan di Perairan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, merupakan nelayan yang sedang mencari ikan.

Diduga kedua nelayan tersebut tewas akibat perahu milik mereka tersapu gelombang pasang dan angin kencang yang terjadi di Perairan Gerem, Senin 13 September 2021 malam.

Direktur Polairud Polda Banten Kombes Pol Giuseppe Riahard Gultom melalui Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Banten Saidin mengatakan, jenazah yang ditemukan di Perairan Gerem pada Senin 14 September 2021 pagi, telah menjalani visum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon.

Baca Juga: Harta dan Kekayaan Pejabat Negara Melonjak Saat Pandemi, Ketua MUI Prihatin

"Dari hasil identifikasi dan visum luar oleh Inafis Polres Cilegon dan Tim Forensik RSUD Cilegon terhadap mayat 1 dan mayat 2, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, diduga korban meninggal akibat tenggelam," kata Saidin.

"Berdasarkan keterangan pihak keluarga bahwa identitas korban IS 41 tahun warga Kelurahan Rawa Arum, Grogol, dan identitas korban dua HD 58 tahun, warga Kelurahan Rawa Arum, Grogol," sambung Saidin kepada awak media.

Menurut Saidin, berdasarkan keterangan dari keluarga, kedua korban berangkat untuk memancing dengan menggunakan kapal kayu milik HD.

Baca Juga: Walikota Cilegon Helldy Agustian Jatuh dari Tebing di Alun Alun Cilegon

Perahu berangkat hari Senin 13 September 2021 sekitar pukul 17.00 WIB dari pangkalan nelayan Tanjung Peni Cilegon.

Halaman:

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X