• Sabtu, 18 September 2021

Sistem Penyediaan Air Minum Tanjung Lesung Telan Rp 180 Miliar, Kapasitasnya 200 Liter Per Detik

- Selasa, 14 September 2021 | 07:30 WIB
Bupati Irna dan Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Banten (BPPW) Banten Dirjen Ciptakarya usai ground breaking SPAM Tanjung Lesung (muhaemin)
Bupati Irna dan Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Banten (BPPW) Banten Dirjen Ciptakarya usai ground breaking SPAM Tanjung Lesung (muhaemin)

BANTENRAYA.COM  - Ground beraking Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tanjung Lesung telah dilaksanakan pada Senin 13 September 2021. Instalasi air seharga Rp180 miliar ini akan memenuhi kebutuhan air bersih warga sekitar dan KEK Tanjung Lesung karena kapasitasnya 200 liter per detik.

Rojali Indra Saputra Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Banten (BPPW) Banten Dirjen Ciptakarya mengatakan, dengan adanya pembangunan IPA SPAM ini, pemenuhan air bersih masyarakat sekitar SPAM akan terpenuhi. "Air bersih ini sangat dibutuhkan ketersediaan nya oleh masyarakat, sejauh ini masyarakat kesulitan mengakses air bersih karena dampak ekologi yang mempengaruhi ketersediaan air di permukaan tanah," katanya saat ground beraking.

Baca Juga: IPA SPAM Tanjung Lesung Dibangun, 36 Ribu Jiwa Buffer Zone Bakal Teraliri Air

Lebih lanjut Rajali mengatakan, anggran yang dibutuhkan untuk membuat IPA SPAM ini kurang lebih 180 miliar. "Pembangunannya multi years dari 2021-2022, akan ada beberapa tahapan untuk penyempurnaan pasangan sambungan rumah dan zona komersil sehingga 2023 dan 2024 manfaatnya akan lebih terasa lagi," jelasnya.

"Kami dari PUPR tugasnya memfasilitasi hingga pemasangan pipa utama kewilayah KSPN kurang lebih 30 KM, setelah dibangun akan dikelola oleh PDAM karena kami sebagai pembina pdam, kita akan merumuskan mekanismenya," imbuhnya.

Baca Juga: Pelanggan PDAM Pandeglang Kini Bayar Tagihan Secara Online

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pandeglang Ujang Sumawinata mengatakan, siap mengelolaan IPA SPAM Tanjung Lesung. Sebab kata Ujang, selain untuk pemenuhan KSPN, sudah banyak masyarakat yang menunggu di 12 Desa empat Kecamatan yang masuk Bufferzone KEK. "Kebutuhan masyarakat juga akan kita penuhi ada 6.000 saluran rumah yang sudah menunggu, dan 1.900 jaringan ke Kecamatan Panimbang bisa diambil dari sini, nanti yang bekas panimbang kita alihkan ke Kecamatan Patia,"ungkap Ujang ditemui usai acara. ***

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Stadion Badak Mati Suri, Bupati Pandeglang Cari Investor

Jumat, 17 September 2021 | 12:49 WIB

Pandeglang Digoyang Gempa Magnitudo 4,2

Selasa, 14 September 2021 | 19:20 WIB
X