• Jumat, 1 Juli 2022

Komisi VII DPR RI Kunjungi Kraktau Steel, Silmy Sayangkan Kebijakan Impor Baja Semakin Gencar

- Senin, 13 September 2021 | 09:44 WIB
Kunjungan Komisi VII DPR RI ke PT Krakatau Steel, Kamis, 9 September 2021. (Danang Sugiarto/Banten Raya)
Kunjungan Komisi VII DPR RI ke PT Krakatau Steel, Kamis, 9 September 2021. (Danang Sugiarto/Banten Raya)

Maman mengapresiasi, upaya manajemen Krakatau Steel dalam memperbaiki kinerja sehingga untung di 2020.

Baca Juga: Hasil Pertandingan Liverpool Vs Leeds United, 3-0 untuk The Reds

Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, Krakatau Steel semakin kompetitif dan telah berhasil menurunkan biaya operasi sebesar 28 persen sehingga mampu melakukan penghematan sebesar Rp1,9 triliun di tahun 2020.

"Krakatau Steel berhasil mencatatkan laba sebesar Rp333,5 miliar. Hasil transformasi dan efisiensi yang dilakukan menunjukkan perbaikan positif," tuturnya.

"Optimalisasi penggunaan biaya operasional untuk aktivitas produksi dan peningkatan kinerja anak perusahaan termasuk pengembangan bisnis sangat berpengaruh memberikan kontribusi peningkatan kinerja Krakatau Steel,” jelasnya.

Baca Juga: Waduh, Ternyata 13,65 Persen Pengeluaran Warga Kota Serang untuk Beli Rokok

Silmy berharap dukungan pemerintah melalui kebijakan terkait daya saing industri baja.

Menurutnya, terdapat dua area kebijakan yang dibutuhkan dalam meningkatkan daya saing industri besi dan baja nasional yaitu kebijakan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun trade remedies.

Baca Juga: Kode Redeem Free Fire FF Senin 13 September 2021 dari Pikiran Rakyat

"Volume impor baja di 2020 masih cukup tinggi yaitu sebesar 4,77 juta ton. Hingga semester pertama di 2021, volume impor baja mencapai 3,05 juta ton, mengalami kenaikan sebesar 16 persen dibandingkan tahun 2020," ujarnya.

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Alumni SMPN 3 Cilegon Gelar Reuni Akbar

Senin, 14 Maret 2022 | 14:00 WIB
X