• Rabu, 20 Oktober 2021

Lestarikan Permainan Tradisional, Siswa MD Al-Jauharotunnaqiyah Bermain Gangsing Sebelum Jam Pelajaran

- Sabtu, 11 September 2021 | 16:32 WIB
Siswa MD Al-Jauharotunnaqiyah Tanjung, Kabupaten Serang, Provinsi Banten sedang bermain permainan tradisional gangsing sebelum pelajaran dimulai, Sabtu 11 September 2021. (Rahmat Tanjung/Banten Raya)
Siswa MD Al-Jauharotunnaqiyah Tanjung, Kabupaten Serang, Provinsi Banten sedang bermain permainan tradisional gangsing sebelum pelajaran dimulai, Sabtu 11 September 2021. (Rahmat Tanjung/Banten Raya)

BANTENRAYA.COM - Siswa Madrasah Diniyah (MD) Al-Jauharotunnaqiyah Tanjung, Bojonegara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten melakukan permainan tradisional gangsing sebelum mereka mulai belajar.

Permainan tradisional seperti gangsing, gatrik, kelereng, dan yang lainnya mulai sulit ditemui termasuk di perkampungan.

Namun anak-anak di Kampung Tanjung, Desa Pakuncen, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang masih mempertahankan permainan tradisional tersebut.

Baca Juga: 11 September 2001 World Trade Center Runtuh Diserang Teroris, Ini Cerita Penyintas Tragedi Teror

Permainan tradisional tersebut biasa dimainkan anak-anak baik saat sedang sekolah maupun di luar sekolah. Bahkan, terkadang pada malam hari anak-anak selepas mengaji memainkan permainan tradisional tersebut.

Selain itu permainan tradisional juga dapat mengurangi ketergantungan anak-anak pada gadget untuk bermain game dan menonton kartun di youTube.

Baca Juga: Link Live Streaming Liga Inggris Leicester City vs Manchester City, Awas Ada The Citizens Punya Dendam

"Biasanya anak-anak main gangsing saat sebelum masuk jam pelajaran dan jam istirahat sekolah," ujar Suhanda, salah satu guru MD Al-Jauharotunnaqiyah, Sabtu 11 September 2021.

Permainan tradisional yang dimainkan anak-anak ada musimnya tersendiri seperti musim gangsing, musim gatrik, musim kelereng, musim lontakan (sejenis permainan tembakan yang dibuat dari bambu-red), dan musim layang-layang.

"Habis musim gangsing biasanya musim kelereng. Kalau musim layang-layang biasanya saat musim angin," katanya.

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X