• Senin, 17 Januari 2022

Gubernur Banten Klaim Perubahan APBD 2021 Paling Besar untuk Belanja Pendidikan, Ini Faktanya

- Rabu, 8 September 2021 | 09:00 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim menyerahkan nota pengantar usulan Raperda tentang Perubahan APBD Provinsi Banten tahun anggaran 2021, di DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (7/9/2021).  (Dokumen Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Banten)
Gubernur Banten Wahidin Halim menyerahkan nota pengantar usulan Raperda tentang Perubahan APBD Provinsi Banten tahun anggaran 2021, di DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (7/9/2021). (Dokumen Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Banten)

 

"Namun, pada tahun anggaran 2020 pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang berasal dari PT SMI telah direalisasikan Pemprov Banten dengan perhitungan pinjaman tanpa bunga serta sudah dialokasi untuk pembangunan sarana prasarana kesehatan, pendidikan dan infrastruktur, jelasnya.

 

Gubernur menjelaskan, belanja mandatory dari pemerintah pusat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dalam perubahan APBD 2021 telah terpenuhi. Yaitu, alokasi belanja fungsi pendidikan semula sebesar 31,04 persen menjadi sebesar 34,38 persen dari ketentuan paling sedikit 20 persen dari total belanja daerah. 

Baca Juga: Setengah Dana Jamsosratu Dialokasikan untuk Penanganan Covid-19

Alokasi anggaran kesehatan semula sebesar 14.96 persen menjadi sebesar 10,31 persen dari ketentuan paling sedikit 10 persen dari total belanja di luar gaji. Selanjutnya, alokasi belanja infrastruktur daerah telah memenuhi dari ketentuan minimal 25 persen, belanja Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) semula sebesar 0,38 persen menjadi sebesar 0,55 persen dari paling sedikit 0,30 persen dari total belanja daerah.

 

Selain itu, belanja pengembangan sumber daya manusia (SDM) semula sebesar 0,34 persen menjadi 0,44 persen dari paling sedikit 0,34 persen dari total belanja daerah. 

 

“Pada kesempatan ini, perlu kami sampaikan bahwa beberapa program dan kegiatan yang semula akan didanai dari pinjaman PT SMI, tetap dilaksanakan antara lain yaitu pembangunan Rumah Sakit Umum Banten 8 lantai dan pembangunan Kawasan Sport Centre dengan mekanisme tahun jamak (multiyears) yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) dan sumber pendanaan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ungkap Gubernur WH. 

Halaman:

Editor: Rahmat Kurniawan

Tags

Terkini

Kemenggelembungan Silpa Banten

Jumat, 14 Januari 2022 | 11:16 WIB
X