• Senin, 29 November 2021

DPRD Kota Serang Minta Penataan TPAS Cilowong Dipercepat

- Rabu, 8 September 2021 | 10:10 WIB
Jajaran Komisi IV DPRD Kota Serang saat berdialog dengan pengelola TPAS Cilowong, Selasa (7/9/2021). (DOKUMEN DLH KOTA SERANG)
Jajaran Komisi IV DPRD Kota Serang saat berdialog dengan pengelola TPAS Cilowong, Selasa (7/9/2021). (DOKUMEN DLH KOTA SERANG)

SERANG, BANTEN RAYA- Komisi IV DPRD Kota Serang meminta penataan Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong dipercepat sebagai persiapan kerja sama sampah dengan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Apalagi saat ini akan memasuki musim hujan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Serang Mad Buang mengatakan, Pemerintah Kota Tangsel sudah mengirimkan bantuan senilai Rp21 miliar. Bantuan itu hendaknya segera digunakan bagi perbaikan dan penataan TPAS Cilowong.

“Kami datang ke TPAS Cilowong ingin memastikan bahwa dana yang sudah masuk itu betul-betul dipergunakan untuk penataan di TPAS Cilowong,” kata Buang, Selasa (7/9/2021).

Baca Juga: Jual Obat Keras, Warga Cipare Terancam 15 Tahun Penjara

Buang menyatakan, bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Tangsel dalam rencana akan dibelikan mesin daur ulang sampah, penataan sarana prasarana yang ada di TPAS Cilowong mulai dari shelter A, shelter B, dan shelter C. Kemudian ada juga beberapa kegiatan berupa perbaikan sarana prasarana toilet. Juga digunakan untuk perbaikan jalan, bronjong, perbaikan workshop, dan mesin daur ulang.

“Untuk sesegera mungkin dilaksanakan gitu kan karena daya dukung sarana prasarana TPAS Cilowong benar-benar siap. Kami ingin sarana prasarana segera direalisasikan,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkugan Hidup (DLH) Kota Serang Ipiyanto mengatakan, ketika Komisi IV DPRD Kota Serang datang ia mengaku tidak sedang berada di tempat. Terkait harapan Komisi IV DPRD Kota Serang agar DLH Kota Serang mempercepat penataan TPAS Cilowong, Ipiyanto mengatakan, seharusnya Komisi IV DPRD Kota Serang melihat tahapan-tahapan kerja sama ini.

Baca Juga: Cabuli Bocah 10 Tahun Berkali-kali, Remaja Asal Cilegon Dituntut 12 Tahun Penjara

“Kalau kita melihat kepada rentang waktu yang ada dari MoU itu per 22 Januari, perjanjian kerja sama di bulan Juni, artinya kenapa mekanismenya begitu panjang?” katanya.

Halaman:

Editor: Rahmat Kurniawan

Tags

Terkini

X