• Selasa, 4 Oktober 2022

Terima Suap Rp530 Juta, Kepala Dishub Cilegon Dijebloskan ke Penjara

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 17:09 WIB
IMG_20210819_170327
IMG_20210819_170327

CILEGON, BANTEN RAYA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon akhirnya menetapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon Uteng Dedi Apendi sebagai tersangka dugaan kasus korupsi. Kejari Cilegon menyebut Uteng menyalahgunakan wewenangnya sebagai sebagai Kepala Dishub Kota Cilegon dalam pengelolaan parkir di Pasar Baru Kranggot.  


Pantauan bantenraya.com di Kantor Kejari Cilegon, Kamis (19/8/2021), sekitar pukul 16.30 WIB, Uteng sendirian sembari menunduk keluar dari Ruang Pemeriksaan Kejari Cilegon memakai rompi warna merah, masker putih serta mengenakan topi. Kemudian digiring oleh para Jaksa Kejari Cilegon memasuki kendaraan tahanan. Uteng dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon. 


Diketahui, sebelumnya Kejari Cilegon mengungkapkan adanya kasus yang sedang disidik di Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Pada pekan lalu, Kejari Cilegon juga mengungkapkan adanya penetapan tersangka dugaan kasus korupsi yang akan diekspos. 


Kepala Kejari Ely Kusumastuti mengatakan, Kejari Cilegon sungguh-sungguh mengawal Kota Cilegon bebas dari korupsi. Pihaknya menetapkan tersangka dan melakukan penetapan tersangka dan penahanan terhadap pria berinisial UDA. "Yang bersangkutan Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon aktif," kata Ely dalam konfrensi pers. 


Menurut Ely, berdasarkan alat bukti keterangan saksi-saksi dan ditemukan adanya petunjuk alat bukti surat serta barang bukti yang memerkuat dugaaj adanya tindak pidana korupsi yang disangkakan berdasarkan pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau pasal 11 Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI no 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 


Ely menjelaskan, Kepala Dishub Kota Cilegon dalam menjalankan jabatannya secara melawan hukum atau bertentangan dengan kewajiban atau berhubungan dengan jabatannya telah menerima sejumlah uang untuk keperluan atau syarat penerbitan Surat Pengelolaan Tempat Parkir (SPTP) pada Dishub Kota Cilegon. 


"Sehingga sampai dengan hasil penyidikan saat ini UDA telah menerima mahar untuk keperluan pribadinya sebesar kurang lebih Rp530 juta. Saudara UDA telah ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan Rutan selama 20 hari ke depan di Lapas Cilegon," paparnya.  


Kata Ely, UDA diduga menerima suap dari dua perusahaan swasta untuk pengelolaan parkir di Pasar Baru Kranggot. Dua perusahaan swasta memberikan suap untuk satu lokasi parkir. Pihaknya juga telah memeriksa sekitar 15 saksi.


"Pemberi suap sudah kami periksa. Kami memeriksa 15 saksi disertai alat bukti lain. Sudah ada dua atau tiga jenis alat bukti," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Dewa

Tags

Terkini

Anak TK KWPK Dibekali Pemahaman Pencegahan Kebakaran

Kamis, 29 September 2022 | 21:17 WIB

487 Bidang Tanah Milik Pemkot Cilegon Belum Bersertifikat

Selasa, 27 September 2022 | 20:03 WIB
X