• Senin, 29 November 2021

Pakai Baju Adat Sudah, Kini Jokowi Diminta Kunjungi Baduy

- Rabu, 18 Agustus 2021 | 11:31 WIB
Jokowi
Jokowi

SERANG, BANTEN RAYA- Masyarakat Banten, khususnya Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak merasa bangga karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) memakai pakaian adat Baduy saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR dalam rangka peringatan HUT ke-76 RI, Senin (16/8/2021). Meski demikian, dibalik kebanggaan tersebut ada sejumlah persoalan yang mesti menjadi perhatian pemerintah. 


Pemerhati masyarakat Baduy Uday Suhada mengatakan, masyarakat adat Baduy tentu saja merasa terhormat karena pakaian adat mereka dikenakan oleh Kepala Negara pada sidang MPR RI. Sayangnya presiden sendiri belum sempat berkunjung langsung ke sana. 


BACA JUGA: Baju Adatnya Dipakai Presiden, Gubernur Banten : Ada Sistem Masyarakat Baduy yang Bisa Dicontoh


“Saya berterima kasih atas apresiasi Pak Jokowi terhadap saudara-saudara kita di Baduy. Mudah-mudahan beliau bisa sisihkan waktu untuk menyapa langsung masyarakat Baduy. Sebab, banyak kearifan lokal yang patut kita teladani,” ujarnya, kemarin. 


Ia menuturkan, meski patut berbangga namun ada sejumlah masalah yang dihadapi masyarakat Baduy dan perlu menjadi perhatian pemerintah. Di antaranya soal kolom KTP yang masih dikosongkan atau diisi dengan agama lain. “Padahal, agama atau kepercayaan mereka adalah Sunda Wiwitan,” katanya. 


Selanjutnya, papar Uday, adalah soal keterbatasan lahan. Keluhan ini sudah disampaikan oleh para pemangku adat ke pemerintah daerah setempat, tapi terkendala karena hal itu menjadi kewenangan pemerintah pusat. Seperti diketahui, luas tanah ulayat Baduy adalah 5.101,85 hektare, dan 3.000 hektare di antaranya dijadikan hutan tutupan. Sedangkan perkampungan, huma dan hutan produksi hanya 2.000 hektare. 


“Persoalan ini muncul karena jumlah penduduk semakin bertambah. Saat ini sudah sekitar 14.600 jiwa yang tersebar di 68 kampung. Tiga di antaranya adalah kampung Baduy Dalam yang terdiri atas Cibeo, Cikeusik dan Cikartawana,” ungkapnya. 


Uday berharap, persoalan itu bisa menjadi perhatian khusus pemerintah. Sebab, kelestarian adat Baduy mesti dilestarikan. Mereka telah mengajarkan banyaknya seperti terkait kemandirian pangan hingga menjaga dan bahkan hidup menyatu dengan alam. Tak ketinggalan soal keteraturan sosial, penegakan hukum dan lainnya. 


“Setidaknya ada kebanggaan bagi mereka, bahwa eksistensi masyarakat Baduy diakui. Terlebih alasan presiden mengenakan pakaian adat Baduy karena menghormati adat istiadat yang berlaku di sana,” tuturnya. (dewa/rahmat)

Halaman:

Editor: Dewa

Tags

Terkini

X