• Jumat, 28 Januari 2022

Kampung Talas Beneng Pandeglang, Dulu Dianggap Gulma Kini Serasa Gula

- Minggu, 15 Agustus 2021 | 15:02 WIB
talas beneng 4
talas beneng 4

PANDEGLANG BANTEN RAYA- Talas varietas beneng adalah tumbuhan khas Pandeglang. Bahkan, tumbuhan berdaun lebar ini tidak tumbuh di semua tempat di Pandeglang. Tanaman ini hanya tumbuh di kaki Gunung Karang, Pandeglang.


Beneng sendiri merupakan akronim dari beuneur dan koneng, dua suku kata yang diambil dari bahasa Sunda. Beuneur artinya besar, sementara koneng artinya kuning. Disebut besar karena bonggol talas beneng bisa sangat tinggi dan besar. Yang berusia tahunan tingginya bisa mencapai dua meter. Begitu juga lebar daunnya bisa mencapai satu meter. Semakin besar bonggol talas beneng, maka akan semakin lebar daunnya.   


BACA JUGA: Kampung Talas Beneng Pandeglang, Sentra Produksi Talas Beneng Kualitas Ekspor


Sementara disebut kuning karena bagian dalam bonggol talas berwarna kuning. Saat ini  talas varietas beneng khas Pandeglang sudah tersertifikasi sehingga tidak dapat diklaim daerah lain. Namun, pohonnya dapat dikembangkan di daerah lain di Indonesia.


Alan Maulana, pengelola Kampung Talas Beneng, menceritakan bahwa talas beneng dipopulerkan oleh Ardi Maulana pada tahun 2017 yang lalu ketika satpam di salah satu perusahaan di daerah Cikande itu mendapatkan permintaan talas beneng untuk kebutuhan ekspor ke Australia.



Ardi menemukan banyak talas beneng di kebun, hutan, dan pekarangan warga di kaki Gunung Karang. Talas-talas itu tidak pernah dipelihara warga bahkan dianggap sebagai gulma. Maka, ketika Ardi meminta tanaman berdaun lebar itu, warga dan petani malah bersyukur karena dianggap telah membantu menghilangkan gulma dari kebun mereka.


“Bahkan dikasih rokok sebungkus aja sebagai imbalan pada seneng,” kata Alan menceritakan, Jumat (13/8/2021).



 Ardi pun kemudian mengirimkan bertruk-truk talas beneng untuk ekspor. Belakang ada juga perusahaan dalam negeri yang meminta. Perlahan nama talas beneng mendapatkan perhatian warga bahkan pemda setelah ramai kabar dan pemberitaan talas ini memiliki nilai jual ekspor.


Bila sebelumnya warga dan pemda cuek, perlahan mereka sadar talas beneng memiliki harga. Bila bisa memiliki talas beneng dalam jumlah besar, maka akan menghasilkan rupiah dalam jumlah besar pula. Bila dulu dianggap gulma, saat ini talas beneng terasa semanis gula.



-
Kampung Talas Benneg Pandeglang merupakan sentra produksi talas beneng kualitas ekspor.

Saat ini, Ardi dibantu Alan dan beberapa pekerja terus memproduksi talas beneng di Kampung Talas Beneng, Pandeglang, baik berupa gaplek maupun daun kering siap ekspor. Nama Pandeglang pun harus karena tanaman berbonggol kuning yang disebut sebagai tanaman emas ini.


Saksikan Podcast Banten Raya di Banten Raya Channel

Halaman:

Editor: Dewa

Tags

Terkini

PT Asahimas Chemical Dituding Tak Pro Warga Lokal

Jumat, 28 Januari 2022 | 08:44 WIB

Jaga Tradisi NU di Kota Cilegon, PCNU Bentuk LTMNU

Kamis, 27 Januari 2022 | 20:56 WIB
X