• Sabtu, 2 Juli 2022

Kampung Talas Beneng Pandeglang, Sentra Produksi Talas Beneng Kualitas Ekspor

- Minggu, 15 Agustus 2021 | 13:33 WIB
talas beneng 3
talas beneng 3

PANDEGLANG, BANTEN RAYA- Nama Pandeglang dalam beberapa tahun terakhir melejit lantaran talas beneng. Bonggol dan daun talas ini berhasil menembus pasar ekspor di beberapa negara di luar negeri.


Kali ini, bantenraya.com mencoba mengunjungi Kampung Talas Beneng yang merupakan sentra produksi talas beneng kualitas ekspor yang berlokasi di Kampung Cilaja RT 2 RW 2 Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten.


Sejak 2017 yang lalu talas beneng Pandeglang diekspor ke luar negeri juga dikirim ke perusahaan di dalam negeri. Ada dua produk yang dihasilkan di sentra produksi talas beneng khas Pandeglang ini, yaitu bonggol talas dan daun talas.


Aktivitas di sentra ini dimulai pukul 08.00-16.00 WIB dari Sabtu sampai Kamis. Para pekerja yang semuanya merupakan warga sekitar melakukan pengolahan talas beneng. Pekerja membersihkan bonggol talas dari kulitnya. Setelah itu bonggol dipotong kecil-kecil lalu dijemur. Setelah dijemur dan kering menjadi gaplek (bonggol talas beneng kering), maka gaplek siap dikirim.


BACA JUGA: Berkunjung ke Pemandian Cikoromoy, Jangan Terjebak dan Tanya Sebelum Membeli


Di bagian lain, proses pengolahan daun talas beneng dimulai dengan memeram daun yang sudah dipanen dari kebun dengan cara digulung atau digantung. Proses peram dilakukan sampai daun berwarna kuning. Proses ini biasanya membutuhkan waktu sampai dengan dua hari.


Daun talas beneng sengaja diperam sampai berwarna kuning agar memiliki kualitas terbaik. Daun talas yang diperam sampai kuning akan menghasilkan daun berwarna kuning keemasan ketika kering dan mengeluarkan aroma lebih harum.



-
Kampung Talas Beneng yang merupakan sentra produksi talas beneng kualitas ekspor di Kabupaten Pandeglang.

Bila daun talas beneng dirajang saat masih hijau, maka daun yang dihasilkan berwarna hitam dan aroma yang dihasilkan tidak seharum aroma daun berwarna kuning. Proses ini sebenarnya mirip dengan pengolahan daun tembakau untuk rokok.


Setelah daun berwarna kuning, para pekerja akan mengambil tulang daun dan membuangnya lalu menggulung daun yang sudah dipisahkan dari tulangnya untuk dirajang menggunakan mesin perajang. Usai daun talas beneng menjadi kecil-kecil, daun itu diletakkan di atas kere, alat menjemur terbuat dari bambu, lalu dijemur di bawah sinar matahari.

Halaman:

Editor: Dewa

Tags

Terkini

Segera Atur Jadwal, Bulan Juli Ada Hari Libur

Rabu, 29 Juni 2022 | 10:09 WIB
X