• Selasa, 28 Juni 2022

Duh! Tol Serang-Panimbang Perparah Banjir di Tunjung Teja

- Sabtu, 14 Agustus 2021 | 10:09 WIB
Banjir Serang (1)
Banjir Serang (1)

SERANG, BANTEN RAYA - Sejumlah kampung di Desa Kemuning, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang terdampak banjir yang diakibatkan meluapnya Sungai Cisangu, Selasa hingga Rabu (10-11/8/2021). Kondisi banjir diperparah dengan adanya Tol Serang-Panimbang (Serpan) yang menyebabkan air tak kunjung surut selama dua hari.


Kepala Desa Kemuning, Kecamatan Tunjung Teja Sopwanudin mengatakan, setiap tahun di desanya terjadi banjir yang disebabkan pendangkalan dan penyempitan Sungai Cisangu. "Sungai Cisangunya harus dinormalisasi biar airnya lancar. Terus banjir diperparah dengan adanya Tol Serang-Panimbang sehingga arus airnya terhambat," ujar Sopwan, Jumat (14/8/2021).


BACA JUGA: Tiga Kecamatan di Kabupaten Serang Terdampak Banjir


Ia mengungkapkan, pendangkalan Sungai Cisangu sudah lama terjadi dan pihaknya telah mengusulkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk dinormalisasi namun sampai saat ini belum ada realisasi. "Setiap tahun kalau hujan deras pasti banjir, tapi sebelum ada tol air itu surutnya cepat. Kalau industri di daerah sini kami belum ada, enggak tahu ke depan mah," katanya.


Sopwan menuturkan, jika Sungai Cisangu dinormalisasi, dipastikan banjir tidak terjadi lagi karena air dari Rangkasbitung, Kabupaten Lebak akan mengalir dengan lancar. "Banjir kemarin yang terdampak 124 rumah di beberapa RT. Kalau posisi tol nempel dengan pemukiman warga bahkan ada yang melintasi sungai Cisangu. Harapan kami bisa secepatnya dinormalisasi," paparnya.


Terpisah, Koordinator Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Jhony Efendi Wangga mengatakan, terdampat empat kampung di Desa Kemuning yang terdampak banjir yakni Kampung Tambalung Nagreg, Kampung Panderesan, Kampung Cigobang, dan Kampung Gunung Leutik.


Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel


https://www.youtube.com/watch?v=H6HrqR9yiCk&t=710s


"Total jiwa yang terdampak kurang lebih 498 orang. Selama tiga hari aktivitas warga terhambat namun sekarang sudah normal lagi. Ketinggian air dari mulai 40 sentimeter sampai 1 meter. Lumayan lama surutnya karena beberapa rumah warga berada di dataran rendah. Enggak ada yang sampai mengungsi," ungkapnya. (tanjung/fikri)

Halaman:

Editor: Dewa

Tags

Terkini

X